Satu Pasien Corona dari Klaster Piknik di Boyolali Meninggal Dunia

Ragil Ajiyanto - detikNews
Jumat, 23 Apr 2021 15:01 WIB
Warga Dukuh Gondang, Desa Candi, Kecamatan Ampel, Boyolali, mengikuti tes Corona dengan alat GeNose, Jumat (23/4/2021).
Warga Dukuh Gondang, Desa Candi, Kecamatan Ampel, Boyolali, mengikuti tes Corona dengan alat GeNose, Jumat (23/4/2021). Foto: Ragil Ajiyanto/detikcom
Boyolali -

Satu pasien positif virus Corona atau COVID-19 dari klaster piknik di Boyolali meninggal dunia. Pasien meninggal setelah beberapa hari dirawat di RSUD Pandan Arang, Boyolali.

"Jumlah positif yang di Dukuh Gondang (klaster piknik) ini ada 36. Kemudian 33 menjalani isolasi mandiri dan yang 3 dirawat di rumah sakit, namun satu orang meninggal dunia kemarin. Kemudian dimakamkan semalam jam 19.00 WIB. Yang Pak NS (51), (meninggal) di RSUD Pandan Arang, di ICU," kata Camat Ampel, Dwi Sundarto, kepada wartawan di Posko PPKM Dukuh Gondang, Desa Candi, Kecamatan Ampel, Boyolali, Jumat (23/4/2021).

Klaster piknik ini total ada 48 warga dari 3 RT di Dukuh Gondang, Desa Candi, yang ikut berwisata ke Yogyakarta pada 4 April 2021 lalu. Pulang dari piknik, beberapa hari kemudian diketahui ada yang positif COVID-19.

Dinas Kesehatan Boyolali langsung melakukan tracing terhadap kontak erat. Sebanyak 48 orang yang ikut piknik dilakukan tes swab PCR dan hasilnya 35 orang positif terpapar virus Corona, sehingga total ada 36 orang.

Pihak Pemdes Candi dan Kecamatan Ampel kemudian memutuskan melakukan lockdown di RT 1, 2 dan 3 Dukuh Gondang. Akses jalan masuk ke kampung itu ditutup portal dan dijaga oleh linmas.

Menurut Dwi Sundarto, dari 33 orang yang menjalani isolasi mandiri, jika dihitung berdasarkan aturan yang ada, mereka per hari ini sudah boleh beraktivitas. Mereka melakukan swab pertama tanggal 12 April 2021 lalu. Sesuai aturan 10 hari sejak swab itu sudah bisa beraktivitas.

"Namun karena warga itu baru mengetahui hasil swab pertama itu tanggal 18 April (2021) kemarin, ya begitu tanggal 18 diketahui (hasilnya), kemudian tanggal 23 (April) kok sudah siap beraktivitas, kan secara psikis kan, ya hasil rapat kami bersama Forkopimcam, Kepala Desa dan warga, disepakati menunggu hasil swab evaluasi," jelas Dwi Sundarto.

Sehingga 33 warga tersebut sampai saat ini masih menjalani isolasi mandiri, menunggu hasil swab evaluasinya keluar. Ke-33 orang tersebut sudah menjalani swab evaluasi kemarin.

"Hasilnya paling cepat tiga hari setelah swab, kita masih menunggu. Ya semoga hasilnya negatif semua," harap dia.

Seperti diberitakan sebelumnya, muncul klaster piknik dalam kasus persebaran virus Corona atau COVID-19 di Boyolali. Sebanyak 36 orang warga dari 2 RT di Dukuh Gondang, Desa Candi, Kecamatan Ampel, Boyolali, terkonfirmasi positif setelah mengikuti kegiatan wisata ke Yogyakarta.

"Ya kemarin kita terima laporan bahwa di (Kecamatan) Ampel itu ada tambahan klaster baru, kasus baru yang berasal dari klaster piknik," ungkap Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Boyolali, Ratri S Survivalina, ditemui di kantornya Selasa (20/4).

Menurut Lina, sapaan akrabnya, jika melihat penularannya yang sangat cepat, diduga penularan terjadi di dalam bus. Satu bus pariwisata menggunakan AC diisi 48 orang penumpang.

"Kalau melihat penularannya sangat cepat itu kemungkinan di bus. Kemungkinan bus pariwisata itu kapasitasnya 48, menggunakan AC sehingga sirkulasi udaranya itu bercampur menjadi satu. Begitu ada satu yang positif, itu semua menghirup udara yang sama dan akhirnya menjadi tertular," jelas Lina.

Simak juga video 'Vaksinasi Indonesia Turun, Satgas COVID-19: Tidak Perlu Khawatir':

[Gambas:Video 20detik]



(rih/mbr)