Sekampung di Boyolali Jadi Klaster Piknik, Akses Masuk Ditutup

Ragil Ajiyanto - detikNews
Kamis, 22 Apr 2021 16:46 WIB
Akses ke Dukuh Gondang, Desa Candi, Boyolali ditutup portal usai warga sekampung kena Corona dari klaster piknik, Kamis (22/4/2021)
Akses ke Dukuh Gondang, Desa Candi, Boyolali ditutup portal usai warga sekampung kena Corona dari klaster piknik (Foto: Ragil Ajiyanto/detikcom)
Boyolali -

Puluhan warga Dukuh Gondang, Desa Candi, Boyolali, terpapar virus Corona (COVID-19) usai mengikuti piknik. Akses masuk ke Dukuh Gondang yang terdiri dari tiga RT itu pun kini ditutup portal untuk membatasi kegiatan masyarakat.

Sejumlah petugas Linmas setempat juga tampak berjaga di sejumlah titik. Warga dari luar kampung itu tidak bisa masuk, begitu pula dari masyarakat setempat yang juga kesulitan untuk keluar dari lingkungannya.

"Kegiatan masyarakat dibatasi," kata Kepala Desa Candi, Warsito, ditemui di kantor desa setempat, Boyolali, Kamis (22/4/2021).

Warsito menyebut ada 36 warganya yang kena Corona dari total 48 orang yang ikut piknik ke Yogyakarta, pada 4 April lalu. Ke-36 warganya yang kena Corona itu tersebar di 3 RT Dukuh Gondang yang dihuni sekitar 600 jiwa dari 100 kepala keluarga (KK).

Warsito merinci ada 3 orang yang terpapar Corona dari RT 1, 17 orang dari RT 2, dan 16 orang dari RT 3. Hal ini membuat pemerintah desa memutuskan untuk menutup akses masuk ke Dukuh Gondang.

"Kita lockdown. Masjid tutup, mushola tutup, ada SD kita tutup dan gereja juga tutup," jelasnya.

Warsito menyebut bantuan logistik untuk warganya yang kena klaster piknik tersebut sudah siap. Bantuan logistik itu berupa bahan mentah maupun jadi.

"Tetangga (yang negatif COVID-19) semua aktif (membantu)," ujarnya.

Dia menambahkan klaster piknik di Desa Candi ini mendapat perhatian dari jajaran Pemprov Jawa Tengah. Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Kependudukan dan Catatan Sipil Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, Sugeng Riyanto, bahkan megecek langsung ke Desa Candi.

"Kebijakan dari Pak Kepala Desa, Pak Camat sudah benar yaitu sudah melakukan lockdown. (Kasus COVID-19) Diatas 5 itu langsung masuk zona merah, berarti ini di Dukuh Gondang itu langsung lockdown," kata Sugeng Riyanto, di Kantor Desa Candi.

Pihaknya meminta masyarakat tetap mematuhi protokol kesehatan dan aturan-aturan yang ditetapkan oleh pemerintah dalam menanggulangi pandemi Corona ini.

Sebab, gara-gara kasus klaster piknik ini, dua RT di Dukuh Gondang kini masuk zona merah Corona. Sugeng menyebtu data per hari ini untuk Boyolali ada 2 RT yang masuk zona merah dan 8 zona oranye.

"Dua zona merah di Boyolali, dari Dukuh Gondang, Desa Candi," tutur Sugeng.

Sementara itu untuk kasus Corona di Jateng tercatat ada 13 RT yang masuk zona merah, dan 202 zona oranye. Dia pun mengimbau masyarakat tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan.

"Hindari dulu kerumunan. Ini di Boyolali, Klaten sama yaitu gara-gara kegiatan gowes, di sana terpapar puluhan orang akibat kerumunan massa," terang Sugeng.

Simak video 'Muncul Klaster Piknik di Boyolali, 36 Orang Positif Corona':

[Gambas:Video 20detik]



(ams/sip)