Salut! Kades di Klaten Ini Bebaskan Sawahnya Dipanen Warga Terdampak Corona

Achmad Syauqi - detikNews
Kamis, 15 Apr 2021 14:00 WIB
Warga memanen padi di tanah kas garapan Kades Tumpukan Kecamatan Karangdowo, Klaten.
Warga memanen padi di tanah kas garapan Kades Tumpukan Kecamatan Karangdowo, Klaten. (Foto: dok. warga)
Klaten -

Kades Tumpukan, Kecamatan Karangdowo, Klaten Suyamto (63) punya cara unik untuk membantu warganya yang kesulitan di tengah pandemi virus Corona atau COVID-19. Dia mempersilakan warganya memanen padi di lahan kas garapannya gratis secara rutin.

"Ya pak lurah rutin begitu. Tiap panen digilirkan padinya buat dipanen warga per RW," kata salah seorang warga RW 5 Desa Tumpukan, Iis Suryani saat berbincang dengan detikcom di lokasi, Kamis (15/4/2021).

Iis menceritakan lahan pagi tersebut dibiayai oleh kades. Warga yang terdampak Corona tinggal datang membawa alat dan wadah padinya sendiri.

"Warga tinggal datang panen lalu dibawa pulang. Bukan janji kampanye saat Pilkades tapi memang sejak dulu Pak Lurah begitu, seingat saya sudah setahun," lanjut Iis.

Iis menerangkan biasanya saat memasuki musim panen, Ketua RT dan RW setempat akan mengumumkan ke warga sekitar. Warga yang membutuhkan bisa berangkat memanen padi di sawah tersebut.

"Nanti diumumkan RT/RW jika pas jatah RW-nya. Setelah itu warga berangkat memanen secukupnya, sampai habis buat satu RW," sambung Iis.

Iis menyebut langkah yang dilakukan kades tersebut sangat membantu warga yang kurang mampu. Terlebih bagi warga yang tidak memiliki sawah.

"Ya sangat membantu bagi warga yang tidak punya sawah dan tidak mampu. Apalagi saat pandemi COVID ini, lumayan dapat satu bagor (sak plastik)," terang Iis.

Diwawancara terpisah, Kades Tumpukan Suyamto mengaku kebijakan tersebut sudah berlaku selama satu tahun. Lahan garapannya itu sudah enam kali panen.

"Sudah enam kali panenan ini, terhitung sejak ada pandemi COVID. Ini untuk membantu ekonomi warga saja, atau sedekah saja," terang Suyamto kepada detikcom di kantornya.

Suyamto menyebut sawah yang bisa dipanen warga itu baru satu patok. Lahan sawah itu sekitar 1.700 meter persegi.

"Luasnya sekitar 1.700 meter persegi. Kalau dijual ke tengkulak gabah umumnya hanya laku sekitar Rp 5 juta tapi lebih baik untuk warga saja," ucap Suyamto.

Suyamto menyebut jatah garapan kades sebanyak 22 patok, dan diberikan gratis untuk dikelola warga satu patok. Meski tak banyak membantu, hal itu dia niati untuk ibadah.

"Ya saya ikhlas saja meskipun belum seberapa tapi nyatanya setelah itu panenan lain juga bagus hasilnya. Pokoknya saya gilir per RW, yang penting untuk warga, meskipun selama COVID ada bantuan lain," sambung Suyamto.

Selengkapnya ternyata ada syarat agar warga bisa memanen di lahan garapan milik Pak Kades...Apa syaratnya, klik di halaman selanjutnya...

Selanjutnya
Halaman
1 2