PPP DIY Tolak Poros Partai Islam di Pemilu 2024: Pemilih Tak Lagi Tertarik

Heri Susanto - detikNews
Kamis, 15 Apr 2021 13:01 WIB
Menguatnya Politik Islam, Bukan Partai Islam
Ilustrasi parpol berbasis pemilih muslim. (Foto: dok detikcom)
Yogyakarta -

Wacana koalisi poros partai berbasis Islam yang digagas DPP PPP dan DPP PKS untuk menghadapi Pemilu 2024 menuai penolakan dari PPP DIY. Secara realistis, PPP DIY melihat potensi koalisi berbasis kesamaan ideologi tidak lagi menarik pemilih.

"Malah bersaing sendiri diantara partai Islam. Nanti hanya gantian saja. Partai A naik, partai B turun, karena memang ceruk pemilihnya sama," kata Ketua DPW PPP DIY Amin Zakaria, Kamis (15/4/2021).

Amin menjelaskan wacana koalisi partai Islam ini kontra produktif dalam menghadapi Pemilu 2024. Apalagi nantinya ada rencana menaikkan parliamentary threshold.

"Koalisi yang seharusnya kerjasama untuk kuat malah bersaing sendiri, karena pemilihnya sama. Secara realistis, kami melihat koalisi dengan basis Islam tidak menarik bagi pemilih saat ini, mereka melihat figur," jelasnya.

Begitu pun di DIY yang pada Pemilu 2019 silam mengalami penurunan drastis karena perpecahan. Di tingkat provinsi pada 2014 mendapatkan dua kursi turun menjadi satu kursi. Begitu pun di kabupaten dan kota, sebagai dampak konflik.

Amin menegaskan, rencana koalisi bagi PPP DIY memang berpeluang untuk menyatukan barisan. Tapi, hal tersebut juga tak mudah mengingat banyak yang menyeberang ke partai nasionalis.

"Kalau belum menjadi keputusan partai, alangkah baiknya membangun koalisi dengan partai berbasis ideologi yang lain. Karena, saat ini pemilih cenderung realistis. Tidak mempertimbangkan ideologi," katanya.

Simak video 'PPP dan PKS Buka Peluang Koalisi Poros Partai Islam':

[Gambas:Video 20detik]



(mbr/sip)