Ramadhan Masjid Jogokariyan, Ada Pasar Sore-Takjil Wajib Dibawa Pulang

Heri Susanto - detikNews
Kamis, 08 Apr 2021 13:20 WIB
Suasana Masjid Jogokariyan menjelang Ramadhan 2021, Kamis (8/4/2021).
Suasana Masjid Jogokariyan menjelang Ramadhan 2021, Kamis (8/4/2021). (Foto: Heri Susanto/detikcom)
Yogyakarta - Takmir Masjid Jogokariyan Yogyakarta menyesuaikan sejumlah kegiatan Ramadhan di tengah pandemi tahun ini. Salah satunya terkait pembatasan jumlah pedagang pasar sore menjelang buka puasa.

"Supaya menjaga jarak, biasanya 300-an (pedagang). Ini juga hasil audiensi kami ke pemkot dan Polresta, diarahkan agar saat pelaksanaan pasar sore tidak berjubel atau menimbulkan kerumunan," kata Takmir Masjid Jogokariyan Gitta Welly Ariadi saat ditemui detikcom di Masjid Jogokariyan, Kamis (8/4/2021).

Welly mengatakan jumlah pedagang yang bisa berjualan di pasar sore tahun ini sekitar 170 orang. Tahun lalu, saat awal pandemi, Takmir Masjid Jogokariyan meniadakan kegiatan pasar sore.

"Tahun ini agar bisa tertata rapi, kami koordinir lagi. Jadi, nanti satgas dari masjid dan satgas dari pemkot akan membantu untuk mengawasi," jelasnya.

Selain membatasi jumlah pedagang, Takmir Masjid Jogokariyan juga memprioritaskan komoditas makanan jelang berbuka saja. Hal ini berbeda dengan pelaksanaan pasar sore sebelumnya yang juga diramaikan dengan penjual berbagai barang seperti baju dan buku.

"Kalau pakaian pasti akan lama milih. Makanya, nanti mungkin akan ada prioritas untuk makanan," jelasnya.

Welly menjelaskan, dalam situasi pandemi saat ini, Takmir Masjid Jogokariyan bakal mengurangi kegiatan yang bisa menimbulkan kerumunan. Salah satunya tablig akbar yang saat kondisi normal bisa digelar tiap hari dengan menghadirkan mubalig nasional maupun luar negeri.

"Kalau dari jadwal yang sudah ada (disusun) belum ada penceramah dari luar. Semuanya masih dari internal Masjid Jogokariyan," kata Welly.

Penceramah dari luar daerah, kata Welly, biasanya datang secara mendadak di luar agenda. Untuk mengantisipasi kerumunan akibat jemaah membeludak, takmir masjid sudah menyiapkan streaming online.

Nantinya, jemaah bisa menyimak kajian atau kegiatan Ramadhan di Kampung Ramadhan Jogokariyan dengan mengikuti akun media sosial di Instagram maupun Facebook.

"Bisa mengikuti kedua sosmed tersebut," jelasnya.

Begitu pun dengan takjil. Masjid Jogokariyan yang sebelum pandemi terkenal dengan kebiasaannya menyediakan ribuan piring makanan takjil, kali ini akan diatur ulang. Takjil akan berupa nasi kotak yang dibagikan melalui posko di masing-masing RW.

"Sedangkan dari luar, bisa mendapatkan takjil tapi terbatas dan harus dibawa pulang. Tidak boleh dimakan di masjid untuk antisipasi agar tidak terjadi kerumunan," katanya.

Tonton juga Video: Mantap! Masjid Al-Azhar Bagikan Takjil Lewat Drive Thru

[Gambas:Video 20detik]



(sip/ams)