Nyaris Utuh! Ini Penampakan Fosil Gajah Berusia Jutaan Tahun di Kudus

Dian Utoro Aji - detikNews
Sabtu, 03 Apr 2021 10:35 WIB
Gardu Atraksi Perlindungan Fosil yang berada di Bukit Patiayam Desa Terban Kecamatan Jekulo, Kudus, Jumat (2/4/2021).
Gardu Atraksi Perlindungan Fosil yang berada di Bukit Patiayam Desa Terban Kecamatan Jekulo, Kudus, Jumat (2/4/2021). (Foto: Dian Utoro Aji/detikcom)
Kudus -

Kabupaten Kudus, Jawa Tengah menyimpan sebuah gardu yang berada di atas bukit Purbakala Patiayam. Uniknya di sana tersimpan fosil gajah berusia jutaan tahun yang kondisinya nyaris utuh.Lalu seperti apa penampakannya?

Gardu itu diberi nama Gardu Atraksi Perlindungan Fosil. Lokasinya berada di bukit Patiayam turut Desa Terban, Kecamatan Jekulo. Untuk sampai di sana dari pusat Kota Kudus berjarak 13 kilometer atau ditempuh membutuhkan waktu sekitar 26 menit.

Sesampai di Desa Terban untuk menuju gardu yang berada di atas Bukit Patiayam berjarak sekitar 1 kilometer. Namun untuk menempuh sisa jarak sekitar 400 meter, pengunjung harus berjalan kaki, karena lokasi jalan setapak dan harus naik ke atas bukit.

Di atas bukti terdapat bangunan rumah joglo berbentuk persegi berwarna putih dan berkaca. Saat masuk di lantai bawah pengunjung bisa melihat temuan fosil gajah berusia ratusan ribu tahun yang masih disimpan dalam tanah. Pihak museum sengaja membiarkan fosil temuan dan tidak menyimpan di Museum Patiayam.

Terlihat fosil gajah berusia ratusan ribu tahun lalu terkubur dalam tanah, masih di lokasi awal penemuannya. Tampak gading dan bagian kepala yang terlihat menonjol ke permukaan tanah.

Koordinator Museum Purbakala Patiayam Kudus, Jamin mengatakan dulunya gardu itu diberi nama Gardu Pandang. Gardu tersebut dibangun sekitar tahun 2007 silam. Saat itu ada temuan fosil gajah pada tahun 2007 yang tidak diangkat ke Museum Patiayam Kudus.

"Temuan dari hasil galian Balai Arkeologi Yogyakarta temuan tahun 2006, terus ditindaklanjuti Balai Arkeologi Yogyakarta dan hasilnya itu adalah individu gajah Stegodon Trigonocephalus, terus dari permulaan itu ditempatkan di situ," ujar Jamin ditemui detikcom di sela-sela kegiatan di Museum Purbakala Patiayam, Jumat (2/4/2021).

Menurutnya gardu itu dibangun agar pengunjung Museum Purbakala Patiayam bisa merasakan suasana berbeda saat berkunjung ke museum. Mereka bisa melihat secara langsung penemuan fosil di atas Bukit Patiayam. Apalagi, kata dia lokasi tersebut merupakan lapisan tanah yang paling banyak ditemukan fosil purbakala.

"Tujuannya pertama pengunjung museum itu tidak jenuh di museum bisa melihat alam terbuka, kemudian bisa untuk studi observasi lapangan seperti apa situs Patiayam di formasi slumprit yang banyak ditemukan fosilnya. Dan ketika dengan tujuan lain bisa melihat sedimentasi tanah yang ada di sana," terang Jamin.

Gardu Atraksi Perlindungan Fosil yang berada di Bukit Patiayam Desa Terban Kecamatan Jekulo, Kudus, Jumat (2/4/2021).Fosil gajah di Gardu Atraksi Perlindungan Fosil yang berada di Bukit Patiayam Desa Terban Kecamatan Jekulo, Kudus, Jumat (2/4/2021). (Foto: Dian Utoro Aji/detikcom)

"Dan mulai tahun 2007 dibuat gazebo pemerintah kabupaten Kudus, dulu dinamakan Gardu Pandang dari 2007 sampai akhir 2020 kemarin. Setelah ada proses pengajuan ke Kementerian dan SK Gubernur Jawa Tengah, sekarang diubah menjadi Gardu Lindung Bukit Patiayam," sambung dia.

Jamin menjelaskan di Gardu Atraksi Perlindungan Fosil tersebut terdapat sebuah fosil gajah purbakala yang berusia ratusan ribu tahun yang lalu. Menurutnya fosil tersebut merupakan temuan pada tahun 2007 silam dan ternyata memiliki keutuhan hampir 80 persen.

"Itu termasuk galian di situ yang tidak diangkat dari Balai Arkeologi dan Balai Pelestarian Situs Manusia Purba (BPSMP) Sangiran. Itu situs berada di lapisan pleistosen yang berusia 700 ribu sampai 1,5 juta tahun yang lalu," jelasnya.

Selanjutnya, alasan fosil gajah tersebut tak dipindahkan dari lokasi penemuannya...

Simak juga 'Perburuan Gigi Hiu Purba Megalodon di Sukabumi':

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2