Kecelakaan Maut Jalur Pantura Pati, 4 Tewas dan 1 Luka Berat

Arif Syaefudin - detikNews
Jumat, 02 Apr 2021 21:27 WIB
Kecelakaan maut di Pantura Pati, 2/4/2021
Kecelakaan maut di Pantura Pati, 2/4/2021. (Foto: Arif Syaefudin/detikcom)
Pati -

Kecelakaan maut terjadi di jalur Pantura Pati-Kudus masuk wilayah Desa Bumirejo Kecamatan Margorejo, Pati, Jumat (2/4/2021) malam. Insiden tersebut menewaskan sebanyak 4 orang.

Kasat Lantas Polres Pati AKP Maulana menjelaskan, insiden kecelakaan terjadi antara mobil Avanza W 1747 TX dengan truk tangki bernomor polisi L 9384 UJ.

"Ada sebanyak 5 korban dalam insiden ini. 4 orang meninggal dunia di lokasi kejadian, satu orang dalam kondisi luka parah dan saat ini dirawat di RS KSH Pati," terang Maulana dikonfirmasi detikcom melalui sambungan telepon, Jumat (2/4/2021) malam.

Insiden bermula ketika mobil Avanza melaju dari arah barat menuju timur. Sesampainya di lokasi kejadian, mobil menyalip kendaraan di depannya dari arah kiri.

"Setelah menyalip dari kiri, mobil langsung banting setir ke arah kanan bermaksud masuk kembali ke jalurnya. Mungkin juga menghindari sesuatu di depannya sehingga langsung banting ke kanan," paparnya.

Nahasnya, mobil ditengarai oleng hingga mengakibatkan hilang kendali. Mobil Avanza pun oleng hingga masuk ke jalur berlawanan. Tepat dari arah berlawanan, melaju truk tangki.

"Ada rekaman CCTV juga, jelas dari mobil Avanza ini melaju dengan kecepatan tinggi. Langsung oleng, dan dari arah berlawanan ada truk tangki. Tidak ada upaya pengereman dari sopir mobil Avanza ini," imbuhnya.

Kecelakaan tersebut sempat terekam CCTV PT Dua Kelinci, karena kejadian tepat di depan lokasi tersebut. Hingga kini petugas kepolisian masih melakukan olah TKP insiden kecelakaan maut tersebut.

Termasuk identitas para korban, dan sopir, hingga kini masih dalam penyelidikan tim Satlantas Polres Pati.

"Satu korban luka parah yang masih selamat, punya KTA satpam di PT Shelter di Jawa Timur. Kita langsung hubungi perusahaan terkait untuk bisa menghubungi ke keluarga para korban ini," katanya.

"Mohon bagi para pengguna jalan agar tetap berhati-hati. Terlebih agar tidak salip dari kiri, karena beda tinggi antara bahu dan badan jalan yang berisiko mengakibatkan kecelakaan semacam ini. Utamakan keselamatan daripada kecepatan," pungkasnya.

(mbr/mbr)