Yogyakarta Mulai Siapkan Kuliah Tatap Muka

Pradito Rida Pertana - detikNews
Selasa, 23 Mar 2021 17:00 WIB
Tugu Pal Putih Yogyakarta, Selasa (2/3/2021).
Suasana kawasan Tugu Pal Putih Yogyakarta. (Foto: Pradito Rida Pertana/detikcom)
Yogyakarta -

Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (Pemda DIY) akhirnya memberi lampu hijau untuk rencana pembelajaran tatap muka (PTM) di tingkat perguruan tinggi atau kuliah tatap muka. Saat ini Pemda DIY tengah berkoordinasi termasuk dengan pihak perguruan tinggi terkait rencana tersebut.

"Jadi kalau kita mengacunya di InGub (instruksi Gubernur) dan di InMendagri (instruksi Mendagri), kan yang boleh tatap muka khusus untuk perguruan tinggi," kata Sekda DIY Kadarmanta Baskara Aji saat ditemui wartawan di Kompleks Kantor Gubernur DIY, Kemantren Danurejan, Kota Yogyakarta, Selasa (23/3/2021).

Apabila sudah berlangsung, nantinya kuliah tatap muka akan diatur dengan Perkada atau Perda. Saat ini pihaknya melalui Disdikpora DIY tengah berkoordinasi terkait rencana tersebut.

"Dan proses itu diatur dengan Perkada atau Perda (jika sudah berjalan tatap muka). Karena itu sekarang kepala Dinas Pendidikan sedang koordinasi dengan perguruan tinggi terkait dengan rencana tatap muka itu," ujarnya.

Selain kuliah tatap muka, Aji menyebut, sekolah tatap muka pada tingkat SMA dan SMK akan diuji coba. Hal itu untuk menyongsong sekolah tatap muka pada bulan Juli.

"Untuk pendidikan menengah ini kita sudah minta kepada Kepala Dinas Pendidikan untuk memulai uji coba (PTM) di sekolah yang gurunya sudah divaksin (COVID-19)," katanya.

"Uji coba dilakukan mungkin bulan April atau Mei dan dievaluasi mendekati bulan Juli," lanjut Aji.

Diwawancara terpisah, Wakil Ketua DPRD DIY Huda Tri Yudiana mendukung rencana Pemda DIY untuk mengizinkan kampus memulai kuliah tatap muka. Sebab kebijakan tersebut selain meningkatkan kualitas pendidikan, juga akan mendukung perekonomian di DIY.

Terlebih lebih dari 60 persen PDRB DIY bertumpu pada sektor kampus dan pariwisata. Pandemi Corona ini dinilai berdampak besar bagi perekonomian karena dua sektor utama ini menurun tajam.

"Kampus kuliah online dan wisata menurun drastis. Kawasan sekitar kampus sangat terdampak, kos-kos mahasiswa banyak kosong bahkan banyak dijual, warung makan, dan sektor ekonomi pendukung kampus lain sangat terdampak. Wajar jika pertumbuhan ekonomi tahun lalu bahkan sampai saat ini masih negatif," kata Huda.

Kampus diharapkan bersiap mulai soal metode kuliah hingga berkoordinasi dengan warga sekitar...

Selanjutnya
Halaman
1 2