Sultan Soal Sekolah Tatap Muka Terbatas di Yogya: SMA Dulu, Mahasiswa Belum

Pradito Rida Pertana - detikNews
Jumat, 19 Mar 2021 13:24 WIB
Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) X, Senin (22/2/2021).
Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) X. (Foto: Pradito Rida Pertana/detikcom)
Yogyakarta -

Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) X mengatakan pembelajaran tatap muka terbatas bakal diutamakan bagi siswa SMA daripada mahasiswa. Sultan mengatakan kuliah tatap muka belum memungkinkan karena pertimbangan domisili peserta didik dari luar kota.

"Mahasiswa belum memungkinkan, karena dari luar daerah. Apalagi sekarang luar daerah kan juga baru naik, jadi belum tentu, mungkin malah SMA lebih dulu karena jelas orang lokal," kata Sultan saat ditemui di Kompleks Kantor Gubernur DIY, Kemantren Danurejan, Kota Yogyakarta, Jumat (19/3/2021).

Sultan tak mau mengambil risiko untuk menghadirkan para mahasiswa yang berasal dari luar kota. Hal ini untuk mencegah lonjakan kasus baru Corona di Yogyakarta.

"Kita pertimbangkan betul, jangan malah nanti asal kita terus naik (kasus baru COVID-19) jadi masalah baru," ujarnya.

Terlepas dari itu, Sultan mengaku bakal membahas aturan pembelajaran tatap muka, serta izin pentas pertunjukan seni dan budaya di Yogyakarta. Sebab, perizinan kegiatan tersebut memerlukan kontrol ketat untuk mencegah lonjakan kasus baru Corona.

"Ya nanti secara bertahap itu (pembelajaran dan pertunjukan seni) bisa kita atur. Tapi kita tetap harus ikut dari bagian itu, karena lingkungannya kalau memang masih merah, ya kan," ucapnya.

"Nanti kita keluar dari situ karena merasa hijau pada datang dan merah sendiri nanti, kita tidak bisa mengontrol lagi. Lebih baik tetap bagian dari PPKM tapi mungkin untuk kebebasan mungkin bisa kita atur sesuai dengan penurunan (kasus) yang ada," lanjut Sultan.

Diberitakan sebelumnya, pemerintah resmi memperpanjang pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) berskala mikro hingga tanggal 5 April dan memperbolehkan pembelajaran tatap muka secara terbatas. Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) DIY menyebut ada 10 sekolah yang siap pembelajaran tatap muka.

"Vaksinasi tenaga pendidik, kalau di data kita kemarin kan sebagian mulai hari ini (divaksin) di 10 sekolah dimulai (tatap muka), mulai divaksin," kata Kepala Disdikpora DIY Didik Wardaya saat ditemui wartawan di Kompleks Kantor Gubernur DIY, Kemantren Danurejan, Kota Yogyakarta, Kamis (18/3).

Didik mengatakan vaksinasi guru di 10 sekolah itu bertujuan untuk menyiapkan sekolah tatap muka secara terbatas. Pihaknya juga akan menggelar simulasi sekolah tatap muka di 10 sekolah tersebut.

"Setelah PPKM selesai, setelah tanggal 22 bisa dimulai uji coba secara terbatas. Di Kota itu SMA 9 sama SMKN 1, dan lainnya masing-masing 2 sekolah di seluruh Kabupaten di DIY," terang Didik.

(ams/sip)