Jalan Langganan Terendam Rob, Dukuh di Demak Ini Minta Relokasi

Mochamad Saifudin - detikNews
Selasa, 02 Mar 2021 20:59 WIB
Jalan keluar masuk satu-satunya ke Dukuh Mondoliko, Desa Bedono, Kabupaten Demak, Jawa Tengah,yang langganan terendam banjir rob, Selasa (2/3/2021).
Jalan keluar masuk satu-satunya ke Dukuh Mondoliko, Desa Bedono, Kabupaten Demak, Jawa Tengah,yang langganan terendam banjir rob, Selasa (2/3/2021). Foto: Mochamad Saifudin/detikcom
Demak -

Warga Dukuh Mondoliko, Desa Bedono, Kabupaten Demak, Jawa Tengah, meminta relokasi. Penyebabnya adalah jalan keluar masuk satu-satunya ke Dukuh Mondoliko langganan terendam banjir rob dari sore hingga dini hari.

"Warga Dukuh Mondoliko minta direlokasi. Karena akses satu-satunya ke dusun itu kerap tergenang rob," kata Kades Bedono, M Agus Salim saat dihubungi detikcom melalui telepon, Selasa (2/3/2021).

Menurutnya, kondisi jalan yang langganan kena rob tersebut terbuat dari beton, berukuran lebar 1,5 meter dan panjang sekitar 3 kilometer.

Sementara itu, Ketua RW 2 Dukuh Mondoliko, Desa Bedono, Sukiyo, mengatakan, tidak ada warga yang beraktivitas keluar masuk kampung saat air rob naik dan menggenangi akses jalan tersebut. Dirinya menyebut kondisi tersebut sudah dialami warga setempat sejak sekitar sepuluh tahun yang lalu.

"Akses keluar masuk satu-satunya menuju Dukuh Mondoliko (dari Dukuh Sodong) sering terendam air rob dan licin. Biasanya air rob naik dari sore hingga 03.00 WIB dini hari," terang Sukiyo.

Jalan keluar masuk satu-satunya ke Dukuh Mondoliko, Desa Bedono, Kabupaten Demak, Jawa Tengah,yang langganan terendam banjir rob, Selasa (2/3/2021).Jalan keluar masuk satu-satunya ke Dukuh Mondoliko, Desa Bedono, Kabupaten Demak, Jawa Tengah,yang langganan terendam banjir rob, Selasa (2/3/2021). Foto: Mochamad Saifudin/detikcom

Sukiyo menambahkan, warga yang masih tinggal di Dukuh Mondoliko sejumlah sekitar 60 kepala keluarga (KK) dari jumlah keseluruhan 140 KK. Dia menuturkan, banyak warganya yang sudah pindah sementara akibat kondisi jalan yang sulit dilalui tersebut.

"Banyak yang pindah, terutama yang bekerja di Semarang. Karena aksesnya tidak bisa dilalui saat pulang kerja," tuturnya.

Sukiyo menerangkan, jalan satu-satunya yang dapat dilalui warga Dukuh Mondoliko itu dulunya adalah jalan ke sawah. Sedangkan jalan raya yang biasa dilalui warga, yaitu jalan kabupaten menuju Genuk, Semarang, terputus sejak tahun 2011.

"Sebenarnya akses jalan satu-satunya itu yang arah (Dukuh) Morosari, Kecamatan Sayung, lalu Genuk-Semarang, tapi sudah hilang, sudah jadi laut. Sekarang satu-satunya akses ya itu, dulunya jalan menuju ke sawah," jelas Sukiyo.

Selanjutnya, penjelasan Sekda Demak...

Simak juga Video: Tanggul Limpasan Demak Jebol, Sawah-Pemukiman Kebanjiran

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2