Viral Video Ratusan Orang Evakuasi Truk Kecelakaan, Panen Pujian

Andika Tarmy - detikNews
Selasa, 02 Mar 2021 16:27 WIB
Ratusan orang gotong royong evakuasi truk kecelakaan di Karanganyar, Minggu (2/3/2021).
Ratusan orang gotong royong evakuasi truk kecelakaan di Karanganyar, Minggu (2/3/2021). (Foto: Istimewa/dok Kades Gumeng Karanganyar, Suroto)
Karanganyar -

Video ratusan warga Desa Gumeng, Kecamatan Jenawi, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah bergotong-royong mengevakuasi truk tangki yang terperosok viral di media sosial. Warganet ramai-ramai memuji kekompakan warga yang bahu membahu membantu korban kecelakaan.

Video evakuasi truk tangki ini salah satunya diunggah oleh akun Instagram @explorekabkaranganyar. Dalam video tersebut, tampak ratusan warga bersama-sama menarik sebuah truk tangki yang terperosok cukup dalam di area perladangan warga.

Hingga diakses Selasa (2/3/2021) pukul 15.30 WIB, video ini telah disukai 12.709 warganet dan menuai 545 komentar. Mayoritas warganet memuji sikap warga desa yang bahu membahu membantu korban musibah.

"Merinding, terharu bgt, joss guyub rukun e," ujar akun @pitaapus*****.

"Ini bukti kalau gotong royong bisa menyelesaikan semua masalah. Dan negara ini sedang butuh itu,,yuk bersatu lagi..," imbuh akun @ma.*****.

Dimintai konfirmasi terkait hal ini, Kepala Desa Gumeng, Suroto, membenarkan video tersebut terjadi di wilayahnya. Suroto mengungkapkan peristiwa itu berawal saat sebuah truk tangki air mengalami kecelakaan dan terperosok ke area ladang sedalam 100 meter, Minggu (28/2).

"Kecelakaan terjadinya kan jam 1 malam. Saat itu warga juga yang melakukan evakuasi terhadap sopir. Kemudian secara sukarela, warga menjaga mobil tersebut sampai pagi. Pagi harinya dengan share kabar dari relawan, akhirnya semuanya kumpul," ujar Suroto, saat dihubungi detikcom, Selasa (2/3/2021).

Suroto menyebut jumlah warga bersama relawan yang berkumpul sekitar 500 orang. Setelah berembug, diputuskan evakuasi truk tangki dilakukan secara manual yakni dengan ditarik warga menggunakan tali.

"Paginya kita langsung koordinasi, kalau memang korban menghendaki dievakuasi secara manual, warga sudah siap. Akhirnya ya itu yang terjadi, lebih dari 500 orang bergotong-royong melakukan evakuasi," imbuhnya.

Ratusan orang tersebut, lanjut Suroto, merupakan gabungan dari relawan, warga Desa Gumeng dan Anggrasmanis, serta aparat TNI/Polri. Setelah berjibaku selama hampir 3 jam, akhirnya truk berhasil dinaikkan.

"Itu dalamnya ada kalau 100 meter. Ya memang sempat terjadi kerumunan tapi bagaimana lagi namanya musibah. Namun tetap setelah evakuasi selesai kami mengucapkan terimakasih dan mengimbau warga untuk segera pulang ke rumah masing-masing," terangnya.

Suroto mengatakan pemandangan warga yang guyub rukun dan bergotong-royong, sudah tidak asing baginya. Hal ini sudah menjadi semacam budaya bagi warganya.

"Di kampung memang seperti itu. Alhamdulilah semenjak saya menjabat 2019 sampai sekarang saya bentuk relawan dan bersinergi dengan warga masyarakat. Jadi setiap ada kendala baik itu orang lokal maupun wisatawan, kita tidak pandang bulu. Kita tolong, kita layani, jam berapapun kita selalu kompak," urainya.

Selanjutnya: Warga pemilik lahan tak minta ganti rugi kerusakan akibat kecelakaan dan evakuasi tersebut....

Selanjutnya
Halaman
1 2