Reklamasi di Semarang Dituding Penyebab Abrasi Ribuan Hektare Lahan di Demak

Mochamad Saifudin - detikNews
Selasa, 02 Mar 2021 19:58 WIB
Berbagai upaya dilakukan untuk menangani abrasi di Demak, Jawa Tengah. Salah satu upaya mengatasi abrasi dengan membangun pasak konstruksi Hybrid Engineering.
Berbagai upaya dilakukan untuk menangani abrasi di Demak, Jawa Tengah. Salah satu upaya mengatasi abrasi dengan membangun pasak konstruksi Hybrid Engineering. Foto: Antara Foto/Aji Styawan
Demak -

Ribuan hektare abrasi dan rob di Kabupaten Demak, Jawa Tengah, disebut disebabkan adanya reklamasi di Kota Semarang. Berdasarkan data abrasi di pantai Demak dari Dinas Kelautan dan Perikanan (Dinlutkan) Kabupaten Demak 2020 seluas 1.473 hektare di empat kecamatan wilayah pesisir Demak. Yaitu Kecamatan Sayung, Karangtengah, Bonang, dan Wedung.

"Terjadi abrasi ini identik seiringan dengan rob atau naiknya air permukaan laut ke daratan, sudah terjadi di Demak sejak tahun 2008 sampai sekarang. Selama tidak ada niat untuk menghentikan reklamasi atau pembangunan di pantai wilayah Kota Semarang, ya abrasi akan semakin parah terjadi di Demak pada khususnya," jelas Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Demak, M Agus Nugroho, kepada detikcom melalui telepon, Selasa (2/3/2021).

Agus menjelaskan reklamasi atau pengurukan pantai di Kota Semarang merupakan salah satu faktor terjadinya abrasi dan rob di Demak. Selain itu ia menyebut abrasi juga diakibatkan terjadinya penurunan permukaan tanah dan sedimentasi.

Terpisah, Kepala Dinlutkan Demak, M Fathkurohman, mengatakan sejumlah wilayah di Demak hingga saat ini masih terendam banjir rob setiap hari. Dia menyebut seperti halnya Kecamatan Sayung dan Bonang.

"Sejumlah desa di (Kecamatan) Sayung setiap hari banjir rob. Selain itu di (Kecamatan) Bonang, Purworejo, Morodemak, Margolinduk," kata Fathkurohman saat dihubungi detikcom melalui telepon.

"Luasan rob daerah pantai Demak 2020 seluas 2.935,20 hektar. Sementara daerah luasan rob terparah di Kecamatan Sayung seluas 2.553,60 hektar," tambahnya melalui data kondisi pantai Dinlutkan Demak 2020 yang dikirimkan ke detikcom.

Menurut Fathkurohman, di Kecamatan Sayung yang terdampak abrasi dan rob sebanyak 12 desa, Karangtengah 2 desa, Bonang 8 desa, dan Wedung 12 desa. Fathurrohman menambahkan terkait penurunan permukaan tanah di Demak berdasarkan data yang ia terima dari Kementerian Kemaritiman sejumlah 10-15 cm di Demak setiap tahunnya.

(rih/mbr)