Perangkat Desa yang Terekam CCTV Pukul Bocah di Banyumas Minta Maaf

Arbi Anugrah - detikNews
Sabtu, 27 Feb 2021 19:16 WIB
HELP, Teenager with help sign. Boy holding a paper with the inscription. Kid holding sheet of paper with word HELP on grey wall background.
Ilustrasi kekerasan anak. (Foto: Getty Images/iStockphoto/stefanamer)
Banyumas - Oknum perangkat Desa Wangon, Kecamatan Wangon, Kabupaten Banyumas yang memukul bocah dan terekam kamera CCTV akhirnya mendapat sanksi disiplin. Pria berinisial P (sebelumnya ditulis M) itu juga meminta maaf.

"Saya mengakui dan saya memohon maaf yang sebesar-besarnya kepada keluarga korban, kepada pemerintah Desa Wangon dan kepada seluruh masyarakat," kata P seperti dikutip detikcom dari video permintaan maafnya, Sabtu (27/2/2021).

Saat dimintai konfirmasi terkait video itu, Kepala Desa Wangon, Supriyadi, membenarkan.

"Betul (video permintaan maaf pelaku)," jawab Supriyadi secara singkat kepada wartawan, hari ini.

Dia juga mengatakan jika dirinya sangat menyesal telah melakukan perbuatan seperti yang terekam dalam video CCTV yang akhirnya viral tersebut. Dia juga menyebut sudah menerima sanksi atas perbuatannya.

"Dengan ini saya menyesal telah melakukan seperti di video yang viral tersebut, dan saya sudah menerima sanksi dari atasan saya, dan saya berjanji tidak akan mengulangi lagi dan ini menjadi pelajaran bagi saya," ucapnya.

Sebelumnya diberitakan kasus tersebut kini telah selesai, setelah pelaku M yang merupakan perangkat desa meminta maaf.

"Intinya sudah berdamai, ya disaksikan semua pihak dari PPA Polresta Banyumas, Camat Wangon, Kapolsek, Kodim, Koramil," kata Kepala Desa Wangon, Supriyadi saat dihubungi detikcom, Sabtu (27/2).

Dia mengatakan jika proses mediasi tersebut dilakukan pada Jumat (26/2) sejak pukul 15.00 WIB-20.00 WIB di Balai Desa Wangon. Dari hasil pertemuan tersebut pihaknya juga membentuk tim yang terdiri dari lima orang, sesuai Peraturan Bupati Nomor 16 Tahun 2008 tentang pedoman peraturan disiplin aparat pemerintah desa.

"Dari desa membentuk tim sejumlah 5 orang tentang pelanggaran disiplin ini sesuai perda yang ada, sanksi disiplin juga diberikan kepada si pelaku yaitu sanksi berupa pemotongan penghasilan tetap 50 persen selama 6 bulan," jelasnya.

Selain itu pelaku juga membuat surat pernyataan bermaterai untuk keluarga korban dan yang surat pernyataan permohonan maaf kepada semua pihak yang terkait, seperti pemerintahan desa, masyarakat setempat.

Kemudian juga membuat video yang isinya permintaan maaf ke netizen atas kejadian tersebut. Supriyadi juga menyebut pelaku akan memberikan uang kerohiman kepada korban.

"Ini (uang kerohiman Rp 10 juta) yang belum disetujui oleh pihak korban. Pihak korban tidak menuntut apa-apa, akan tetapi itikad baiknya pelaku memberikan uang kerohiman, harusnya itu internal, tidak usah dilaporkan karena inisatifnya si pelaku," ucapnya. (arb/sip)