Pria yang Suruh Anaknya Pukuli Bocah Ternyata Perangkat Desa di Banyumas

Arbi Anugrah - detikNews
Jumat, 26 Feb 2021 18:03 WIB
HELP, Teenager with help sign. Boy holding a paper with the inscription. Kid holding sheet of paper with word HELP on grey wall background.
Ilustrasi kekerasan anak. (Foto: Getty Images/iStockphoto/stefanamer)
Banyumas - Video pria yang menyuruh anaknya memukuli bocah di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah jadi sorotan di media sosial. Pria itu ternyata perangkat desa di Desa Wangon, Kecamatan Wangon, Banyumas.

"Pelaku ya (perangkat desa Wangon), itu saya baru tahu kalau itu perangkat, baru tahu semalam, dan pihak korban datang untuk laporan, dan tadi pagi baru kita panggil yang bersangkutan yaitu perangkatnya, kita klarifikasi langsung," kata Kepala Desa Wangon, Supriyadi, saat dihubungi detikcom, Jumat (26/2/2021).

Peristiwa itu terjadi pada Senin (22/2) lalu, tapi Supriyadi mengaku baru tahu semalam. Dia mengaku sudah memanggil dan meminta klarifikasi langsung dari yang bersangkutan.

"Sudah kita panggil orangnya (perangkat) untuk mengklarifikasi tentang masalah ini, yang kedua iktikad baiknya. Untuk korban itu sudah kita panggil, memang dari korban juga tidak ada tuntutan dan menginginkan kita selesaikan," jelas Supriyadi.

Supriyadi menyebut tidak ada tuntutan dari korban. Namun pihaknya bakal melakukan mediasi agar masalah ini terselesaikan kekeluargaan.

"Rencana mediasi atau pertemuan dimungkinkan Senin (1/3). Seperti yang beredar di media sosial itu kan orang tua kesannya lihat anaknya nangis dan karena lihat anaknya nangis terus ikut serta melakukan hal tersebut seperti di video. Tapi setelah terjadi, itu perangkatnya down, kok jadi seperti itu, karena khilaf dan sebagainya sampai viral," urai Supriyadi.

"Sudah saya sampaikan ke perangkat iktikadnya seperti apa. Intinya menyadari semuanya, yang penting ada penyelesaian secara musyawarah mufakat dilakukan hari Senin. Insyaallah, untuk meredam kondisi situasi yang ada agar di masyarakat itu tetep adem ayem," sambung dia.

Supriyadi mengungkap antara keluarga korban dan pria tersebut juga bertetangga dekat. Dia menyebut penyebar video itu justru dari keluarga korban yang tinggal di desa berbeda.

"Tidak ada tuntutan dari keluarga korban, karena tetangga, sering jogrokan bareng, ngopi bareng. Untuk meredam warga apalagi viral di media sosial, pelaksanaan mediasi musyawarah seperti apa, sanksi seperti apa kita lakukan klarifikasi," ujar Supriyadi.

Sebelumnya diberitakan, video rekaman CCTV seorang bapak memarahi dan memukul bocah berusia 10 tahun beredar di media sosial. Bapak itu juga menyuruh anaknya memukuli bocah itu.

Keluarga korban mengungkap kasus itu bermula gara-gara perkelahian antarbocah saat bermain petak umpet. Anak pelaku yang tidak diajak main lalu marah kepada korban.

"M itu marah-marah, berawal (bocah) M itu mukul pakai batu. Terus mungkin yang dilihat sama bapak itu E itu membela diri membalas memukul ulang, sekali, langsung lah dipukul berkali-kali, ada videonya di situ tertangkap, ponakan saya yang dipukul berkali kali," kata tante korban, Dilla saat dimintai konfirmasi detikcom, sore ini.

(ams/sip)