Anggota DPRD Bantul Sebut Pemakaman Corona Bak Anjing, Polisi Turun Tangan

Pradito Rida Pertana - detikNews
Senin, 22 Feb 2021 20:58 WIB
Relawan COVID-19 geruduk kantor DPRD Bantul, Senin (22/2/2021).
Relawan COVID-19 geruduk kantor DPRD Bantul, Senin (22/2/2021). Foto: Pradito Rida Pertana/detikcom
Bantul -

Polisi turun tangan terkait video anggota DPRD Kabupaten Bantul Supriyono yang mengomentari tata cara pemakaman pasien COVID-19 layaknya memakamkan anjing. Polisi menyebut video diambil di Kabupaten Kulon Progo.

"Hasil penyelidikan itu (video) saat acara nikahan dan kejadiannya di Kulon Progo, tepatnya Lendah," kata Kapolres Bantul AKBP Wachyu Tri Budi Sulistiyono saat dihubungi wartawan, Senin (22/2/2021).

Polres Bantul saat ini masih berkoordinasi dengan Polres Kulon Progo. Untuk itu pihaknya belum bisa memastikan apakah ada pelanggaran terkait tindakan Supriyono tersebut.

"Karena TKP di Kulon Progo kita akan koordinasi dengan Polres Kulon Progo. Untuk pelanggarannya nanti kita tunggu hasil penyelidikan dulu, saya belum bisa menyampaikan pasal apa yang dilanggar," ucapnya.

Menurutnya, yang akan menyampaikan hasil penyelidikan nanti adalah dari pihak penyidik. Wachyu menyebut penyidik bisa berasal dari Polres Kulon Progo atau bahkan Polda DIY.

"Saya tidak mau mendahului penyidik, biar ranahnya penyidik nanti. Bisa penyidik dari Polres Kulon Progo atau Polda (DIY) yang menyampaikan (terkait ada tidaknya pasal yang dilanggar)," jelasnya.

Sebelumnya, Pemkab Bantul juga sudah angkat bicara soal ucapan anggota DPRD Bantul Supriyono yang mengaitkan Dinas Kesehatan dengan tata cara pemakaman pasien COVID-19 layaknya seperti anjing.

"OPD (organisasi perangkat daerah) itu dalam bekerja, melaksanakan kegiatan itu untuk kepentingan masyarakat. Sehingga tidak ada orientasi mencari popularitas atau keuntungan material (dari pemakaman protokol COVID-19)," kata Sekda Kabupaten Bantul Helmi Jamharis saat dihubungi detikcom, Senin (22/2).

Menyoal Supriyono yang menyebut pemakaman pasien COVID-19 seperti memakamkan anjing, Helmi dengan tegas menampiknya. Menurutnya sudah ada aturan khusus dalam pemakaman protokol COVID-19.

"Ada prosedur tetap (protap) atau SOP yang telah ditetapkan sesuai agama masing, jadi tidak ngawur," ujarnya.

Pria yang saat ini menjabat Plh Bupati Bantul ini juga berpesan kepada Supriyono agar tidak membuat gaduh. Pasalnya anggota DPRD adalah pejabat publik.

"Bahwa sebagai pejabat atau anggota DPRD mestinya bicaranya hati-hati, jangan bikin gaduh," ucap Helmi.

Diketahui, sebuah video anggota DPRD Kabupaten Bantul yang mengomentari proses pemakaman dengan protokol COVID-19 ramai dibahas di media sosial. Pasalnya anggota dewan itu berkata pemakaman protokol COVID-19 seperti mengubur anjing dan sarat proyek.

Simak selengkapnya di halaman selanjutnya...

Simak video 'Angka Kematian Meningkat, Pemkab Sleman Tambah Makam Covid-19':

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2 3