Ratusan Nakes di Sleman Gagal Divaksin Corona

Jauh Hari Wawan S - detikNews
Senin, 22 Feb 2021 17:01 WIB
Ilustrasi Dokter
Ilustrasi tenaga kesehatan (nakes) /Ilustrator: Edi Wahyono
Sleman -

Ratusan tenaga kesehatan (nakes) di Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) gagal menerima vaksin COVID-19 pada tahap pertama. Kepala Dinas Kesehatan Sleman Joko Hastaryo menyebut faktor yang menyebabkan SDM nakes gagal menerima vaksin karena ada komorbid berat.

"Yang gagal (vaksin) pada tahap pertama 2,5 persen (dari total 17 ribu). Gagal itu karena masuk ibu hamil tidak boleh kemudian punya komorbid berat tidak boleh," kata Joko kepada wartawan, Senin (22/2/2021).

Selain SDM nakes yang gagal, Joko juga mengungkapkan ada yang ditunda disuntik vaksin virus Corona. Jumlahnya sekitar 7 persen dari total 17 ribu nakes atau sekitar 1.190 orang.

"Kemudian yang masih pending sekitar 7 persen. Ditunda itu karena ada komorbid ringan, ibu menyusui, penyintas COVID-19 yang belum 3 bulan," jelasnya.

Joko menyebut jumlah penerima vaksin pada tahap pertama sebanyak 17 ribu SDM nakes. Jumlah tersebut sudah termasuk kategori nakes lansia.

"SDM nakes tahap pertama 17 ribu sasaran berjalan, sudah dilakukan 14.500 (SDM nakes)," jelasnya.

Joko menambahkan, saat ini belum semua nakes yang terdaftar menerima vaksin COVID-19. Baik nakes yang terdaftar pada tahap pertama maupun kedua.

"Vaksinasi akan dilakukan beberapa tahap. Tahap pertama untuk SDM nakes yang sampai kemarin 89 persen untuk dosis pertama dan 85 persen untuk dosis kedua," ungkapnya.

Pihaknya pun menargetkan bisa menyelesaikan vaksinasi tahap pertama ini pada akhir Februari. Mengingat pada bulan ini vaksinasi tahap kedua untuk petugas pelayanan publik juga akan berlangsung.

"SDM nakes kita usahakan selesai pada minggu ini. Sambil kita menyelesaikan tahap pertama untuk SDM kesehatan, kita harus melaksanakan vaksinasi tahap dua untuk petugas pelayanan publik," pungkas Joko.

(ams/rih)