Jumlah Sumur yang Tetiba Ambles di Klaten Terus Bertambah

Achmad Syauqi - detikNews
Kamis, 18 Feb 2021 14:48 WIB
Sumur ambles di Klaten, Kamis (18/2/2021).
Sumur ambles di Klaten, Kamis (18/2/2021). (Foto: Achmad Syauqi/detikcom)
Klaten -

Fenomena amblesnya sumur gali di rumah warga Desa Jungkare Kecamatan Karanganom, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah bertambah. Satu sumur lagi menyusul ambles dan satu lainnya sudah terkikis.

"Yang ambles tambah satu sumur milik Suroyo di RT 4. Sumur ambles kemarin jam 11.00 WIB siang dan tidak ada korban luka," ungkap Kadus 2 Desa Jungkare, Wakhid Hasyim, mendampingi tim BPBD Pemkab Klaten dan Dinas ESDM Provinsi Jateng detikcom di lokasi, Kamis (18/2/2021) .

Wakhid mengatakan sumur yang ambles terakhir itu jaraknya jauh dengan 12 sumur lain di RT 10 dan 11. Sumur masuk ke tanah beserta tembok, bak air dan pompa airnya.

"Tembok, bak air dan pompanya masuk ke tanah kedalaman terlihat sekitar empat meter. Padahal lokasinya jauh dari RT 10 dan 11 karena beda RW,'" papar Wakhid.

Selain yang ambles, menurut Wakhid, yang mulai retak dan bawahnya ambrol juga bertambah satu. Satu itu milik Suroto di RT 11.

"Yang retak masih empat tapi yang growong (ambrol) tambah satu milik Suroto di RT 11. Itu tinggal menunggu saat saja untuk ambles," sambung Wakhid.

Sejauh ini, lanjut Wakhid, tim BPBD dan ESDM provinsi sudah datang ke lokasi. Tim mengecek lokasi dengan mengambil foto dan mengukur kedalaman.

"Tim mengambil foto dan mengukur kedalaman. Ada warga yang menggali sumur sempat ditanya tim tentang struktur tanahnya," kata Wakhid.

Pemilik sumur, Suroyo, menceritakan sumur di depan rumahnya ambles pukul 11.00 WIB. Saat itu dirinya di depan rumah berdiri.

"Saat kejadian ambles jam 11.00 WIB kemarin saya di dekat lokasi. Tahu tahu sumur ambles bersama bangunannya masuk ke tanah," kata Suroyo.

Sebelum sumur ambles, imbuh Suroyo, dirinya mendengar suara seperti air jatuh beberapa hari. Namun tidak menyangka akan ikut ambles juga.

"Yang akhirnya ambles dan saya sementara minta air saudara. Ini ditutup seng biar tidak mencelakakan orang lain," pungkas Suroyo.

Kabid Logistik dan Kedaruratan BPBD Pemkab Klaten Sri Yuwana Haris Yuliyanta menambahkan, dari data yang terakhir di-update, ada 14 titik yang ambles dan retak.

"Data terakhir ada 14 titik yang ambles dan retak. Ini masih akan kita kaji penyebabnya," ucap Haris pada detikcom.

Sebelumnya diberitakan,sebanyak 12 sumur rumah milik warga di Kecamatan Karanganom, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah ambles. Sumur-sumur tersebut ambles secara bertahap sejak dua pekan terakhir.

"Kejadian-kejadian itu sudah dua minggu lalu. Tapi tidak bersamaan mulai Minggu yang lalu terus tambah sampai hari ini," ungkap Kades Jungkare Kecamatan Karanganom, Wakhid Muchsin, pada wartawan, Rabu (17/2).

(sip/mbr)