Bangjo Ngeri yang Bikin Pengendara Setop di Rel KA Klaten Akhirnya Dipindah

Achmad Syauqi - detikNews
Kamis, 18 Feb 2021 12:07 WIB
Lampu bangjo atau traffic light yang bikin ngeri pengendara akhirnya dipindah, Klaten, Kamis (18/2/2021).
Bangjo atau traffic light yang bikin ngeri pengendara akhirnya dipindah, Klaten, Kamis (18/2/2021). (Foto: Achmad Syauqi/detikcom)
Klaten -

Traffic Light atau lampu bangjo di lintasan sebidang kereta jalan lingkar selatan, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah yang bikin ngeri pengguna jalan akhirnya dipindah. Selain itu jalur di lintasan sebidang itu dijadikan satu arah.

"Iya lintasan jadi satu arah dan lampu traffic sudah dipindah ke utara palang. Satu arah hanya di perlintasan saja kalau Jalan Seruni tetap dua arah," jelas Plt Kepala Dinas Perhubungan Pemkab Klaten, Sudiarsono pada detikcom, Kamis (18/2/2021).

Pantauan detikcom di lokasi hari ini, traffic light yang semula berada di selatan palang lintasan KA dan menghadap ke utara kini sudah dipindah di utara palang. Lampu dipindahkan di utara palang di ujung Jalan Seruni.

Sejumlah pekerja masih merapikan tembok dan pembatas di lokasi. Namun jalur lintasan itu juga diperlebar sekitar tujuh meter.

Di lokasi terpasang dua poster pengumuman yang isinya mulai tanggal 13 Februari 2021, lintasan itu menjadi satu arah dari kota atau Jalan Seruni. Namun peringatan itu tampak tidak diindahkan warga sebab pengendara dari selatan atau jalan lingkar masih nekat menerobos.

Sudiarsono menjelaskan dengan lampu bangjo yang kini dipindahkan ke utara palang, tidak ada lagi pengendara dari Jalan Seruni yang berhenti di atas rel saat lampu menyala merah. Tapi lintasan itu dijadikan satu arah dari utara atau dari Jalan Seruni juga agar tidak rawan kecelakaan bagi kendaraan dari selatan.

"Permasalahannya jika dua arah, kalau pas pintu perlintasan menutup maka antreannya (dari selatan) bisa sampai jalan raya atau simpang empat jalan lingkar. Ini bisa rawan kecelakaan karena itu jalan ramai," terang Sudiarsono.

Karena rawan, lanjut Sudiarsono, forum lalu lintas kabupaten memutuskan menjadikan lintasan itu satu arah dari utara atau Jalan Seruni. Apalagi saat ini KRL sudah beroperasi.

"Dengan beroperasinya KRL yang frekuensinya lebih dari 20 kali sehari maka frekuensi KA yang lewat secara keseluruhan bisa lebih dari 100 kali. Dengan begitu palang nutupnya kan juga lebih dari 100 kali, jadi lebih baik satu arah sehingga tidak ada antrean kendaraan dari selatan ," imbuh Sudiarsono.

Soal masih ada warga nekat menerobos satu arah, kata Sudiarsono, hal itu terjadi karena memang belum ada penindakan. Sampai 30 hari ke depan masih pada tahap sosialisasi.

"Iya belum ada penindakan. Sebab kita masih sosialisasi selama 30 hari sejak diberlakukan satu arah," pungkas Sudiarsono.

Selanjutnya, kata para pengendara soal bangjo ngeri yang akhirnya dipindah...

Selanjutnya
Halaman
1 2