Pohon Winong Keramat Tumbang Timpa Petilasan Ratu Kalinyamat di Jepara

Dian Utoro Aji - detikNews
Kamis, 18 Feb 2021 14:12 WIB
Pohon keramat timpa petilasan Ratu Kalinyamat di Jepara
Pohon keramat timpa petilasan Ratu Kalinyamat di Jepara. (Foto: Dok Kades Tulakan)
Jepara -

Pohon winong keramat di petilasan Ratu Kalinyamat di Desa Tulakan, Kecamatan Donorojo, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, mendadak tumbang. Warga pun belum berani melakukan evakuasi pohon yang menimpa tempat pertapaan Ratu Kalinyamat tersebut.

"Ya memang betul pohon yang tumbang itu pohon Winong yang terletak di Petilasan pertapaan Ratu Kalinyamat," kata Kepala Desa Tulakan, Budi Sutrisno saat dihubungi detikcom lewat sambungan telepon, Kamis (18/2/2021).

Budi menuturkan pohon tumbang itu terjadi pada Rabu (17/2) kemarin sekitar pukul 06.00 WIB. Pohon yang dipercaya telah berusia ratusan tahun tersebut pun tumbang secara mendadak. "Rabu kemarin pukul 06.00 WIB," ujar dia.

Dia menjelaskan pohon keramat yang tumbang itu memiliki diameter 1,5 meter dan ketinggian pohon tumbang mencapai 8 meter. "Pohon jenisnya Winong usianya ratusan tahun, sudah lama. Diameter 1,5 meter pohonnya dan ketinggiannya ada 8 meter," papar dia.

Budi menjelaskan pohon yang tumbang menimpa lokasi petilasan Ratu Kalinyamat. Konon lokasi tersebut sebagai lokasi pertapaan Ratu Kalinyamat saat tapa wuda (bertapa tanpa busana ketika terjadi konflik suksesi di akhir Kerajaan Demak).

"Posisi menimpa rumah atap petilasan Ratu Kalinyamat. Itu kan pertapa Ratu Kalinyamat saat tapa wuda dulu," terangnya.

Pohon keramat timpa petilasan Ratu Kalinyamat di JeparaPohon keramat timpa petilasan Ratu Kalinyamat di Jepara. (Foto: Dok Kades Tulakan)

Budi menjelaskan saat ini pohon tersebut belum dilakukan evakuasi. Menurutnya hal itu karena warga banyak yang tidak berani, sedangkan dari pemerintah desa masih menunggu instruksi dari Bupati Jepara.

"Belum dievakuasi. Menunggu instruksi Bupati. Bupati meminta jangan dievakuasi dulu. Bupati sudah meninjau tadi pagi. Ini pohon digaris polisi," kata Budi.

(mbr/sip)