BNN Sita Aset Rumah-Murai Bandar Narkoba di Banyumas Senilai Rp 606 Juta

Arbi Anugrah - detikNews
Kamis, 18 Feb 2021 14:40 WIB
Rilis penyitaan aset bandar narkoba milik Budiman senilai Rp 606 juta di Banyumas, Kamis (18/2/221)
Penampakan rumah aset bandar narkoba milik Budiman di Banyumas (Foto: Arbi Anugrah/detikcom)
Banyumas -

Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Tengah dan Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Banyumas menyita barang bukti berupa aset milik bandar narkoba bernama Budiman alias Bledeg. Barang bukti berupa aset tanah hingga burung berkicau senilai Rp 606 juta dari hasil pencucian uang dari jual beli narkotika.

"Total aset yang disita mencapai Rp 606.500.000," kata Kepala BNNP Jawa Tengah Brigjen Benny Gunawan kepada wartawan di Banyumas, Kamis (18/2/2021).

Dia mengatakan jika aset dari hasil penjualan narkotika tersebut di antaranya berupa satu bidang tanah seluas 85,4 meter persegi dan sebuah rumah tingkat dua di RT 07/04 Desa Kutasari, Kecamatan Baturraden, Kabupaten Banyumas senilai Rp 500 juta.

Lalu ada 22 burung berkicau aneka jenis seperti murai, jalak, kolibri, dan cabe-cabean senilai Rp 100 juta, serta uang tunai sebanyak Rp 6,5 juta. Selain itu ada juga barang bukti berupa mutasi rekening tabungan atas nama istri tersangka berinisial NK, dan adik tersangka bernama Kholidin.

"Pengungkapan kasus tindak pidana pencucian uang, dan ini merupakan pengungkapan kasus yang baru pertama kali baik di Polresta maupun di BNN, khususnya di Kota Purwokerto," jelasnya.

Benny menyebut kasus TPPU Budiman ini cukup unik karena menggunakan burung berkicau sebagai kamuflase bisnis haramnya. Sehingga di mata tetangganya Budiman dan keluarganya adalah pebisnis burung berkicau.

"Ada hal menarik dari barang bukti yang disita ini. Budiman menggunakan peternakan burung murai dan berkicau lainnya yang mempunyai nilai jual tinggi sebagai kamuflase, seolah-olah dia dan keluarganya mempunyai usaha peternakan dan jual beli burung," jelasnya.

Benny menyebut tidak menutup kemungkinan burung-burung berkicau itu menjadi aset yang lebih bersar lagi. Sebab, di rumah Budiman juga ditemukan burung kolibri yang termasuk satwa dilindungi sebagaimana diatur dalam PP no 7 tahun 1999 tentang pengawetan jenis tumbuhan dan satwa. Sehingga kasus ini juga akan dikoordinasikan dengan BKSDA Jawa Tengah untuk penanganannya.

"Dan konon pernah menjuarai lomba-lomba, bahkan salah satunya katanya ada yang laku 30 juta. Untuk barang bukti berupa burung, akan dikoordinasikan dengan jaksa untuk dilelang," ucapnya.

Benny menyebut TPPU ini terungkap saat merunut kasus narkoba yang menjerat Budiman sejak 2016 silam. Budiman yang saat ini merupakan warga binaan Lapas Kelas IIA Purwokerto masih bisa menjalankan bisnis haramnya dari balik sel.

"Dari tahun 2016, sewaktu yang bersangkutan masih di dalam penjara, dia masih menjalankan bisnisnya sampai dengan sekarang. Modus operandi yang dilakukan oleh yang bersangkutan adalah dengan cara menerima setoran pembayaran dari pembelinya melalui rekening istrinya yang berinisial NK dan rekening adiknya yang bernama Kholidin," urai Bennya.

"Peran adiknya (Kholidin) ini yang di samping menerima rekening juga yang mengambil uang-uang tersebut dari pembelinya tersebut. Dan sebagian keuntungannya itu dibelikan aset aset yang sekarang ini disita oleh penyidik BNN Provinsi Jawa tengah," sambungnya.

Dia menjalankan bisnis haram itu dengan dibantu adiknya Kholidin dan Jarot yang saat ini sudah dijebloskan ke Lapas Nusakambangan atas kasus narkotika. Kholidin dan Jarot merupakan anak buah Budiman selama menjalankan bisnisnya dari balik sel.

"Yang bersangkutan berperan sebagai bandar narkoba di wilayah Banyumas, dan mengambil barang dari berbagai tempat. Sedangkan dua orang (Kholid dan Jarot ) ini panjang tangan tersangka, dia membantu membelikan, mengedarkan, menjual dan mencarikan orang-orang yang membutuhkan di sekitar Banyumas ini," ucapnya.

Selengkapnya soal Budiman yang mengendalikan bisnis barang haram dari balik lapas...

Simak video 'Detik-detik BNN Bongkar Pengiriman 450 Kg Sabu':

[Gambas:Video 20detik]