2 Eks Anggota DPRD Boyolali Koruptor Dana Purnabakti Dijebloskan ke Bui

Ragil Ajiyanto - detikNews
Kamis, 18 Feb 2021 13:50 WIB
Kasi Pidsus Kejari Boyolali Romli Mukayatsyah. didampingi Kasi Intel Baskoro Adi Nugroho. Foto diambil Kamis (18/2/2021)
Kasi Pidsus Kejari Boyolali Romli Mukayatsyah didampingi Kasi Intel Baskoro Adi Nugroho. (Foto: Ragil Ajiyanto/detikcom)
Boyolali -

Dua mantan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Boyolali dieksekusi ke Lapas kelas 1A Kedungpane Semarang. Keduanya merupakan anggota DPRD Boyolali periode 1999-2004 yang dinyatakan bersalah dalam kasus korupsi dana purnabakti tahun 2004.

"Pada hari ini kami dari Kejaksaan Negeri Boyolali melaksanakan eksekusi terhadap terpidana dugaan tindak pidana korupsi atas nama Adha Nur Mujtahid dan Ir Y Sriyadi, dalam dugaan tindak pidana korupsi dana purnabakti DPRD (Boyolali)," ujar Kasi Pidsus Kejari Boyolali, Romli Mukayatsyah, di kantor Kejari Boyolali Jalan Pandanaran, Kamis (18/2/2021).

"Kami melaksanakan eksekusi itu berdasarkan putusan kasasi dari Mahkamah Agung," sambungnya.

Romli mengatakan eksekusi terhadap Adha Nur Mujtahid berdasarkan putusan MA nomor 361K/PID.SUS/2018 tanggal 29 November 2018. Kemudian untuk terpidana Y Sriyadi berdasarkan putusan MA, nomor 653K/PID.SUS/2018 tanggal 24 September 2018.

Kedua terpidana ini masing-masing divonis 1 tahun penjara kerena terlibat kasus korupsi dana purnabakti 2004. Masing-masing terpidana juga dijatuhi hukuman membayar uang pengganti sebesar Rp 31.047.600 untuk terpidana Adha Nur Mujtahid, dan Rp 12.043.790 untuk terpidana Y Sriyadi.

"Dengan ketentuan uang pengganti itu apabila tidak dibayar maka akan diganti dengan subsidair 2 bulan penjara. Sebagai tambahan juga untuk terpidana Y Sriyadi uang penggantinya pada hari ini juga sudah dibayarkan lunas," terang Romli.

Sebelum dibawa ke Lapas Semarang, kedua terpidana menjalani tes swab antigen dan pemeriksaan kesehatan. Romli menjelaskan dalam kasus korupsi dana purnabakti anggota DPRD Boyolali periode 1999-2004 ini, Kejari Boyolali mengajukan 9 perkara ke Pengadilan Tipikor Semarang tahun 2016 lalu.

Sembilan perkara yang diajukan ke Pengadilan Tipikor Semarang itu melibatkan anggota Panitia Anggaran (Panggar) DPRD Boyolali.

"Yang sudah putus, sudah selesai itu ada 2 dan hari ini kita eksekusi 2 juga. Jadi masih ada lima yang kemungkinan akan segera kami eksekusi juga. Menunggu putusan kasasi turun," jelasnya.

Dalam kasus ini, selain Adha Nur Mujtahid, dan Y Sriyadi ada dua terpidana yang sudah bebas. Keduanya yakni Suwardi dan Syaifudin Aziz.

"Yang masih menunggu, Ansor Budiono, Sururi, Muhamad Amin Wahyudi, Sumarsono Hadi, Tjipto Haryono," terangnya.

"Ini ditangani diajukan ke persidangan sejak tahun 2015. Jadi setelah melewati putusan pengadilan Tipikor, kemudian ada upaya hukum banding, kasasi, sampai akhirnya putusan kasasinya sudah turun. Sehingga pada hari ini kita laksanakan eksekusi terhadap putusan kasasi," ucap Romli.

Selain 9 anggota Panggar, kasus dana purnabakti DPRD Boyolali tahun 2005 itu juga menyeret dua pimpinan dewan saat itu menjadi terpidana. Yaitu, mantan Ketua DPRD Boyolali periode 1999-2004 Miyono dan mantan Wakil Ketua DPRD Boyolali, Subakir.

Miyono oleh Pengadilan Negeri Boyolali divonis hukuman penjara selama 2,5 tahun, sedangkan Subakir oleh Pengadilan Tipikor juga divonis 2,5 tahun. Kerugian negara dalam kasus dana purnabakti ini mencapai Rp 3,2 miliar.

(ams/sip)