ADVERTISEMENT

Jamin Kebebasan Berpendapat, Pemerintah Didesak Transparan Soal Buzzer

Pradito Rida Pertana - detikNews
Rabu, 10 Feb 2021 20:02 WIB
Poster
Ilustrasi (Foto: Edi Wahyono)

Diberitakan sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengajak masyarakat aktif menyampaikan masukan dan kritik terkait pelayanan publik. Pemerintah menilai kritik yang keras dan terbuka itu diperlukan agar pembangunan lebih terarah.

Ahmad Syafii Maarif menilai memang seharusnya pemerintah tetap memberi ruang bagi lawan politiknya untuk menyampaikan kritik. Namun, dalam memelihara budaya kritis itu tidak perlu ada buzzer.

"Dalam situasi yang sangat berat ini antara pemerintah dan pihak sebelah semestinya mampu membangun budaya politik yang lebih arif, saling berbagi, sekalipun sikap kritikal tetap dipelihara. Tidak perlu main 'buzzer-buzerr-an' yang bisa menambah panasnya situasi," kata pria yang akrab disapa Buya Syafii ini kepada wartawan, Rabu (10/2).

Sebelumnya, Sekretaris Kabinet Pramono Anung menekankan mengenai pentingnya kritik dan saran bagi pemerintah. Menurut Pramono, kritik yang keras dan terbuka akan membuat pembangunan lebih terarah.


(ams/mbr)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT