Zona Merah, Pemkot Solo Imbau Imlek di Rumah-ASN Tak ke Luar Kota

Bayu Ardi Isnanto - detikNews
Rabu, 10 Feb 2021 19:38 WIB
Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo
Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo (Foto: Bayu Ardi Isnanto)
Solo -

Pemkot Solo mengikuti instruksi Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB) untuk melarang Aparatur Sipil Negara (ASN) ke luar kota selama libur Tahun Baru Imlek. Selain itu, masyarakat secara umum diminta untuk tetap berada di rumah.

Wali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo, mengatakan larangan akan segera dibuat dalam surat edaran (SE). Bahkan Rudy mengatakan larangan ke luar kota itu termasuk ke kabupaten sekitar Solo.

"Jadi SE sudah saya minta dibuat, ASN dilarang ke luar kota. Ke Karanganyar, Sukoharjo ya nggak boleh. Harus di dalam kota dan di rumah. Supaya tidak terjadi penyebaran-penyebaran yang susah dideteksi," kata Rudy saat dijumpai di Balai Kota Solo, Rabu (10/2/2021).

Sementara bagi masyarakat umum, terutama warga yang merayakan Imlek, juga diminta tetap berada di rumah. Kegiatan silaturahmi diminta dilaksanakan secara virtual.

"Masyarakat sama saja, semua masyarakat tidak perlu libur panjang. Tidak perlu mudik. Di rumah saja. Imlek saya minta tidak dulu, kemarin kan Lebaran dan Natal juga tidak kok," ujarnya.

Terkait pengawasan terhadap ASN, Rudy mengatakan akan ada inspeksi mendadak secara virtual. Hal yang sama juga dilakukan saat memantau ASN yang bekerja dari rumah (WFH).

"Nanti kita sidak. Seperti WFH kan kita telepon, betul di rumah nggak," kata Rudy.

Apalagi menurut laman resmi Satgas COVID-19 RI, Solo masih termasuk dalam zona merah. Meski menurut penilaian Rudy saat ini Solo masuk zona oranye karena telah terjadi penurunan kasus cukup besar.

"Kalau merah nggak lah, oranye mungkin. Karena ini penurunan cukup banyak," katanya.

Berdasarkan data COVID-19 Solo, penambahan kasus dalam tiga hari ini hanya 35 orang positif. Kini akumulasi kasus COVID-19 mencapai 8.835 orang positif. Rinciannya, 6.806 orang sembuh, 1.403 isolasi mandiri, 201 orang dirawat dan 425 orang meninggal dunia.

(ams/sip)