Kondisi Terkini Semarang, Kota Lama dan Stasiun Tawang Masih Banjir

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Sabtu, 06 Feb 2021 23:40 WIB
Kondisi banjir di Kota Semarang, Sabtu (6/2/2021) malam.
Kota Lama Semarang digenangi banjir, Sabtu (6/2/2021) malam. Foto: Angling Adhitya Purbaya/detikcom
Semarang -

Banjir yang terjadi di beberapa wilayah di Kota Semarang, Jawa Tengah mulai surut. Sedangkan di beberapa lokasi seperti Stasiun Tawang dan Kota Lama masih digenangi banjir.

Dari pantauan detikcom, Sabtu (6/2/2021) mulai pukul 21.00 hingga pukul 22.00 WIB di Jalan arteri Soekarno Hatta di sekitar perempatan Tlogosari sudah tidak terendam air, begitu pula di depan Universitas Semarang yang siang tadi banjir cukup tinggi. Namun genangan masih ada di bawah jembatan tol di jalan tersebut sehingga kendaraan kecil masih belum bisa melintas.

Jalan Supriyadi Semarang juga sudah tidak digenangi banjir. Lokasi tersebut siang tadi kebanjiran hingga masuk ke perkampungan di sekitarnya.

Kemudian di Jalan MT Haryono juga sudah tidak ada genangan kecuali di ujung jalan yaitu bundaran Bubakan. Bundaran yang masuk kawasan Kota Lama tersebut masih terendam cukup dalam dan tidak ada kendaraan yang melintas.

Pusat kawasan Kota Lama sendiri masih direndam banjir meski tidak setinggi siang tadi. Sedangkan Stasiun Tawang yang tidak jauh dari Kota Lama menurut Humas KAI Daop 4 Semarang, Krisbiantoro, juga masih banjir.

"Surut tapi sedikit sekali," katanya saat dihubungi detikcom, Sabtu (6/2/2021).

Sementara itu banjir di daerah Mangkang sudah surut termasuk jalur Pantura yang pagi tadi terendam cukup dalam. Salah seorang gwarga mengabarkan jalur pantura di Mangkang sudah bisa mulai dilalui sejak siang tadi.

Wali Kota Semarang, Hendrar Pribadi atau Hendi mengatakan pompa untuk penanganan banjir terus dioperasikan untuk mengatasi banjir. Dari laporan yang diterimanya, petang tadi tinggal beberapa wilayah yang masih terendam.

"Pompa mainkan terus, sebagian surut. Tinggal beberapa wilayah, di Kecamatan Pedurungan, Genuk dan daerah Ngaliyan," kata Hendi kepada wartawan, hari ini.

Banjir kali ini disebut cukup mengejutkan karena banyak titik yang sudah lama atau tidak pernah banjir tapi tadi tergenang. Hendi mengatakan ada tiga faktor penyebab yaitu pertama karena hujan merata sehingga ada kiriman air dari Kabupaten Semarang.

"Kemudian drainase sekunder di perkotaan dan karena rob. Dulu bisa diatasi dengan pompa, embung, dan polder," jelasnya.

Dia mengaku akan mengevaluasi dan meningkatkan kapasitas pompa yang ada. Hendi mengatakan anggaran juga akan disiapkan untuk penanganan banjir.

"Beberapa pompa yang kita kelola juga harus dievaluasi. Agar ketika hujan intensitas tinggi bisa diatasi," ujarnya.

Hendi juga menjelaskan dalam penanganan banjir kali ini warga bergerak bersama saling membantu. Termasuk untuk dapur umum di sekitar daerah terdampak banjir.

"Dapur umum di Ngaliyan 3, Genuk ada 3, Pedurungan 2, lainnya sporadis, artinya ada bantuan masyarakat," pungkasnya.

Simak video 'Semarang Banjir, Kota Lama 'Little Netherland' Ikut Tergenang':

[Gambas:Video 20detik]



(sip/sip)