Mengenal Udhik-udhik Keraton Yogya yang Tak Lagi Libatkan Adik Sultan

Pradito Rida Pertana - detikNews
Kamis, 21 Jan 2021 16:45 WIB
Ada tradisi menarik yang diselenggarakan Keraton Yogyakarta untuk memeriahkan Idul Adha setiap tahunnya. Tradisi itu adalah Grebeg Besar. Penasaran? Yuk, lihat.
Grebeg Maulud Keraton Yogyakarta. Foto: Antara Foto/Andreas Fitri Atmoko
Yogyakarta -

Keraton Yogyakarta memiliki tradisi udhik-udhik yaitu menyebar atau membagi uang logam kepada masyarakat. Adik Sultan Hamengku Buwono (HB) X disebut tak lagi terlibat dalam acara rangkaian sekaten itu.

Apa itu udhik-udhik di Keraton Yogya?

Penghageng Tepas Dwarapura Keraton Yogyakarta Hadiningrat, KRT Jatiningrat, menjelaskan tradisi udhik-udhik sudah berlangsung sejak lama. Menurutnya, udhik-udhik adalah bentuk pemberian Raja Keraton Yogyakarta kepada rakyatnya.

"Udhik-udhik itu sedekah saja, sedekahnya Sultan kepada masyarakatnya, berupa udhik-udhik yang diberikan pada waktu Sekaten antara lain," kata Jatiningrat saat dihubungi detikcom, Kamis (21/1/2021).

Sebenarnya udhik-udhik bisa dilakukan di mana saja pada saat acara-acara tertentu. Namun saat ini udhik-udhik hanya dilakukan satu kali dalam setahun.

"Udhik-udhik setahun sekali untuk sekaten saja, nah sekaten itu bersamaan dengan Grebeg Maulud," ujarnya.

Pria yang kerap disapa Romo Tirun ini melanjutkan, udhik-udhik yang diberikan berupa uang logam, beras kuning hingga bunga. Biasanya yang terlibat dalam udhik-udhik perwakilan yang ditunjuk Sultan.

"Berupa uang logam dan beras kuning dan bunga-bunga biar harum," katanya.

"Jadi atas nama Sultan, mestinya Sultan sendiri yang menyebar, tapi Sultan biasanya sudah mewakilkan kepada kerabat atau putri Sultan," lanjutnya.

Raja Keraton Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono X menyebar udhik-udhik sebelum kundur gangsa di Masjid Besar KaumanRaja Keraton Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono X menyebar udhik-udhik sebelum kundur gangsa di Masjid Besar Kauman, Kamis (30/11/2017). Foto: dok. detikcom

Secara simbolik, Romo Tirun menyebut tentang Regol Danapratapa. Menurutnya, Regol Danapratapa adalah simbol seorang Sultan, bahwa Sultan itu harus selalu memberikan sesuatu kepada rakyatnya karena posisi Sultan yang tinggi.

"Dana itu adalah pemberian, pratapa itu adalah posisi Sultan yang tinggi sebagai kepala negara kalau dulu. Nah itu wajib mengeluarkan dananya," ucapnya.

Seperti diberitakan detikcom, adik Sultan HB X terlibat dalam tradisi udhik-udhik Keraton Yogya. Seperti acara udhik-udhik yang digelar pada tahun 2016 silam, tepatnya Senin (5/12/2016) malam, di Bangsal Pancaniti Keraton Yogyakarta.

Selanjutnya, keterlibatan adik Sultan saat acara udhik-udhik...