Potensi Bahaya Merapi Berubah, Ganjar ke Pengungsi: Jangan Pulang Dulu!

Achmad Syauqi - detikNews
Selasa, 19 Jan 2021 19:32 WIB
Gubernur Jateng Ganjar Pranowo mengecek para pengungsi Gunung Merapi di Desa Balerante, Klaten, Selasa (19/1/2021)
Gubernur Jateng Ganjar Pranowo mengecek para pengungsi Gunung Merapi di Desa Balerante, Klaten, Selasa (19/1/2021). (Foto: Acmad Syauqi/detikcom)
Klaten -

Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) mengatakan Gunung Merapi telah memasuki fase erupsi dengan potensi bahaya berada di sisi barat. Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meminta para pengungsi tetap bertahan di tempat pengungsian.

"Jangan, jangan (pulang) dulu! Pokoknya ikuti dulu, kalau diminta mengungsi ya mengungsi, karena kondisinya lagi seperti ini," kata Ganjar di sela kunjungan kerja ke tempat evakuasi sementara (TES) Desa Balerante, Kecamatan Kemalang, Klaten, Selasa (19/1/2021).

Ganjar memaklumi masyarakat di lereng Merapi sudah terbiasa dengan kondisi Gunung Merapi. Meski begitu, dia berharap para pengungsi tetap mendengarkan instruksi dari petugas untuk mitigasi bencana Gunung Merapi.

"Kita jangan berspekulasi ya, meskipun saya tahu persis masyarakat sudah paham kondisi lingkungan. Tapi semua harus dipastikan dengan informasi dari pemegang otoritas," pesan Ganjar.

Ganjar pun meminta warga tetap mengikuti perkembangan Gunung Merapi dari BPPTKG, BMKG, maupun para vulkanolog. Dia minta warga mematuhi instruksi yang diberikan oleh petugas.

"Ikuti tanda-tanda yang diberikan petugas. Ngungsi ya ngungsi, ora sah mulih sik ya ora mulih sik (tidak pulang ya tidak pulang) karena ini ada hujannya, letupan Merapi dan ada Coronanya," jelas Ganjar.

Dia pun mengingatkan semua warganya tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan. Termasuk para petugas yang berjaga di pengungsian.

"Termasuk petugas kesehatan harus menerapkan protokol kesehatan. Untuk antisipasi baik lahar panas, lahar dingin sama semua juga harus diantisipasi dan BPBD saya minta siap terus-menerus berkoordinasi dengan pengamat Merapi," ucapnya.

Selengkapnya di halaman selanjutnya...

Selanjutnya
Halaman
1 2