Banyak Pejabat Enggan Datangi Kompleks Menara Kudus: Takut Lengser!

Dian Utoro Aji - detikNews
Minggu, 17 Jan 2021 15:55 WIB
Gapura di Kompleks Menara Kudus
Gapura Kompleks Menara Kudus (Foto: Dian Utoro Aji/detikcom)

Pantauan di lokasi, gapura yang dipasang rajah kalacakra masih berdiri kokoh di sebelah selatan pintu masuk kompleks Makam, Masjid, dan Menara Kudus. Bangunan itu tampak kuno. Karena bangunan yang terbuat dari batu bata berwarna coklat masih asli. Gapura itu terdapat saka atau tiang penyangga atap terbuat dari kayu. Atasnya terdapat atap dan genteng kuno.

"(Rajah) kalacakra ini dipasang gapura yang ada atapnya bagian selatan. Sampai sekarang atapnya masih terpasang. Pada waktu itu misalnya orang menyombongkan dengan kekuatan, menyombongkan dengan kekuasaan. Tentang harta mereka akan istilahnya pengapesan (pembawa petaka). Apa yang dikuasai akan hilang," ucapnya.

Gapura di Kompleks Menara KudusDi gapura ini Sunan Kudus dipercaya memasang Rajah Kalacakra. (Foto: Dian Utoro Aji/detikcom)

Danny mengatakan terkait dengan rajah itu antara percaya dan tidak. Sebab menurutnya tidak sedikit pejabat besar yang datang ke Menara Kudus dan setelah itu lengser dari jabatannya itu.

"Dulu disebut-sebut Gus Dur seperti itu (lengser dari jabatan Presiden setelah ke Kudus) lah. Bukan dari Gus Dur aja, tapi juga ada yang lain. Tapi secara pribadi antara percaya atau tidak ya," ungkap Danny.

Namun lanjut dia, bahwa tidak sedikit pejabat hingga tokoh besar yang datang ke Makam Sunan Kudus, bahkan mereka tetap menjabat. Danny mengatakan seperti tahun 1950 sampai dengan tahun 1970-an. Menurutnya pejabat besar hingga Presiden RI pertama, Ir Sukarno pernah ke Makam Sunan Kudus.

"Tetapi kita amati seperti tahun 50-70an, yang namanya Sukarno berkunjung ke Kudus. Sultan Hamengku Buwono (IX) terus menteri pada zaman itu banyak berkunjung ke Kudus. Itu tidak kenapa-kenapa," sambung dia.


(mbr/mbr)