Mengulas Sejarah Menara Kudus, Ada 2 Versi Cerita di Baliknya

Dian Utoro Aji - detikNews
Sabtu, 16 Jan 2021 18:04 WIB
Bangunan Menara Kudus di kompleks Masjid, Menara, dan Makam Sunan Kudus, Rabu (13/1/2021).
Bangunan Menara Kudus di kompleks Masjid, Menara, dan Makam Sunan Kudus, Rabu (13/1/2021). Foto: Dian Utoro Aji/detikcom
Kudus -

Menara Kudus peninggalan Sunan Kudus masih berdiri kokoh hingga kini. Tumpukan batu merah masih tampak terawat. Konon, batu itu disusun hanya dengan digosok-gosok hingga menjadi bangunan menara.

Menara Kudus merupakan bagian tersendiri dari kompleks Masjid, Menara, dan Makam Sunan Kudus. Menara Kudus menjadi saksi bisu penyebaran agama Islam oleh Sunan Kudus di Jawa.

Dari pantauan di lokasi, Rabu (13/1), Menara Kudus terlihat indah dan berdiri kokoh. Tampak di atas menara terdapat beduk dan atap yang terbuat dari kayu. Di atas atap terdapat tulisan berlafal Allah. Selain itu ada juga jam besar berada di bagian depan menara.

Humas Yayasan Masjid, Menara, dan Makam Sunan Kudus (YM3K), Denny Nur Hakim, mengatakan ada dua versi cerita tentang berdirinya Menara Kudus. Versi pertama, menara didirikan oleh masyarakat Hindu yang ada di Kudus. Sedangkan versi kedua, bahwa menara didirikan oleh Sunan Kudus. Namun secara umum, menara diyakini didirikan oleh Sunan Kudus.

Bangunan Menara Kudus di kompleks Masjid, Menara, dan Makam Sunan Kudus, Rabu (13/1/2021).Bangunan Menara Kudus di kompleks Masjid, Menara, dan Makam Sunan Kudus, Rabu (13/1/2021). Foto: Dian Utoro Aji/detikcom

"Bangunan Menara itu ada dua versi. Versi pertama bahwa bangunan menara ini peninggalan dari masyarakat Hindu. Versi kedua ini mengatakan peninggalan dari Sunan Kudus. Di antaranya dua versi tersebut, yang dipercaya masyarakat Kudus dan sekitarnya bahwa memang menara itu peninggalan Sunan Kudus," kata Denny kepada detikcom saat ditemui di kantornya, Jalan Sunan Kudus nomor 194, Kauman, Kecamatan Kota, Kudus, Rabu (13/1/2021).

Denny mengatakan secara pasti kapan berdirinya bangunan menara hingga sekarang belum diketahui. Namun berdirinya bangunan menara ini disebut tidak jauh berbeda dengan berdirinya Masjid Al-Aqsha, Kudus.

Bangunan Menara Kudus di kompleks Masjid, Menara, dan Makam Sunan Kudus, Rabu (13/1/2021).Bangunan Menara Kudus di kompleks Masjid, Menara, dan Makam Sunan Kudus, Rabu (13/1/2021). Foto: Dian Utoro Aji/detikcom

"Tahunnya, jujur sampai sekarang belum tahu kapan itu tepatnya berdiri. Karena di sana tidak ada inskripsi data-data bangunan menara didirikan, sebuah inskripsi bertuliskan 'gapura rusak ing wayahe jagad'. Itu peneliti itu diartikan tahun 1609 tahun saka. Konversi tahun 1665 masehi, itu peneliti itu menjelaskan tentang renovasi bangunan menara. Renovasi pertama. Artikan inskripsi itu bahwa bangunan menara itu rusak karena terjadi bencana alam," papar Denny.

"Namun kita lihat fungsi menara, kita tarik ke masjid. Berarti unda-undi karena mempunyai keterkaitan. Lha bangunan masjid sendiri berdasarkan batu prasasti berdiri pada tanggal 19 Rajab tahun 956 hijriah atau 23 Agustus 1549 masehi," sambung dia.

Pada proses pembangunan menara, kata Denny, ada yang menarik. Yakni batu merah yang ditata seindah itu tidak dilem perekat. Namun batu merah itu hanya digosok-gosokan hingga lengket.

Simak selengkapnya di halaman selanjutnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2