Pemilik Akun yang Posting Data Undip Bocor Ternyata Mahasiswanya Sendiri

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Jumat, 08 Jan 2021 10:44 WIB
Hacker Rusia Berhasil Membobol Jaringan Komunikasi Pemerintah Jerman
Ilustrasi. Foto: DW (News)
Semarang -

Pihak Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, Jawa Tengah memanggil pemilik akun Twitter @fannyhasbi yang memposting dugaan kebocoran data mahasiswa. Pemilik akun itu ternyata mahasiswa Undip.

Dalam siaran pers Undip dan juga diunggah dalam web resmi www.undip.ac.id disebutkan pemilik akun itu merupakan mahasiswa Fakultas Teknik Undip. Pemanggilan dilakukan untuk proses pembinaan di Fakultas Teknik Undip yang dipimpin oleh Dekan Fakultas Teknik Prof Ir M Agung Wibowo, MM, MSc, PhD didampingi Ketua Departemen dan Ahli IT Undip.

"Hasil pembinaan sudah kami kirim ke universitas untuk ditindaklanjuti," kata Prof Agung dalam keterangan tertulis itu, Jumat (8/1/2021).

Nantinya hasil dari pemanggilan mahasiswa itu akan diolah oleh tim Hukum Undip. Plt Wakil Rektor III bidang Komunikasi dan Bisnis Undip, Dwi Cahyo Utomo, menambahkan langkah hukum terkait hal ini sedang disiapkan.

Namun dia mengatakan pihak kampus tetap memberikan perlindungan hukum. Sebab menurut keterangan dalam postingan itu, mahasiswa pemilik akun tersebut bertujuan memberi pesan kewaspadaan soal potensi kebocoran data.

"Namun demikian, Undip tetap memberikan perlindungan kepada yang bersangkutan selama belum didapatkan bukti pelanggaran hukum. Menurut keterangan yang bersangkutan bahwa unggahan yang diposting untuk kita aware akan potensi kebocoran data," kata Dwi.

Dwi juga menyampaikan belum ditemukan adanya peretasan dalam sistem jaringan data di Undip. Investigasi masih dilakukan, sedangkan sistem tersebut dinyatakan masih berjalan lancar.

"Hasil sementara dari proses investigasi, kami sampaikan bahwa tidak ditemukan tindakan peretasan pada sistem kami," tandas Dwi.

"Kami pastikan data dan aktivitas pada sistem Single Sign On (SSO) kami aman dan berjalan dengan baik," imbuhnya.

Dwi melanjutkan, selain tim internal, terdapat tim eksternal yang dibentuk oleh kampus. Tim ini terdiri dari peneliti dan akademisi yang memiliki kompetensi di bidangnya untuk menjamin proses investigasi secara akuntabel.

"Semua kajian akan dikumpulkan sebagai bukti awal yang akan dibawa ke penegak hukum. Apabila ditemukan bukti pelanggaran hukum, tentu akan kami proses melalui jalur hukum," katanya.

Diberitakan sebelumnya, kabar soal kebocoran data itu pertama diposting oleh akun Twitter @fannyhasbi yang kini di-private. Sebelumnya, publik bisa melihat postingan beserta foto yang bertuliskan sebagai berikut:

"Breached! Lebih dari 125 ribu data mahasiswa Universitas Diponegoro (Undip) bocor. Mulai dari data pribadi lengkap mahasiswa, alamat, jalur masuk, email, username, password, IPK, riwayat sekolah, beasiswa, dan lain-lain BOCOR".

(sip/mbr)