Sejak Semalam Gunung Merapi Keluarkan 6 Kali Guguran Lava Pijar

Jauh Hari Wawan S. - detikNews
Rabu, 06 Jan 2021 08:43 WIB
Gunung Merapi kembali gugurkan lava pijar, Selasa (5/1/2021) pukul 18.47 WIB.
Gunung Merapi kembali gugurkan lava pijar, Selasa (5/1/2021) pukul 18.47 WIB. (Foto: Tangkapan layar video YouTube VolcanoYT)
Yogyakarta - Gunung Merapi sejak semalam terpantau 6 kali mengeluarkan lava pijar. Arah guguran lava pijar itu dominan ke barat yakni di alur Kali Krasak dengan jarak luncur maksimal 500 meter.

Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Hanik Humaida menyatakan aktivitas guguran di Merapi masih tinggi. Berdasarkan laporan aktivitas Merapi pada Selasa (5/1) dari pukul 18.00 hingga 24.00 WIB, BPPTKG mencatat ada puluhan kali gempa guguran.

"Aktivitas guguran di Gunung Merapi terpantau masih tinggi. Pada hari Selasa (5/1) pukul 18.00 hingga 24.00 WIB tercatat 23 kali gempa guguran dengan amplitudo antara 3-41 mm dan durasi 11-127 detik," kata Hanik dalam keterangannya, Rabu (6/1/2021).

Bersamaan dengan guguran itu, Hanik menjelaskan ada guguran lava pijar yang teramati dari kamera CCTV dan Pos PGM Kaliurang. Guguran yang terpantau pada periode itu sebanyak 4 kali dengan intensitas masih kecil.

"Guguran lava pijar terpantau masih dalam intensitas kecil mengarah ke Kali Krasak. Jarak luncur guguran diperkirakan maksimal 500 meter ke arah barat daya," terangnya.

"Guguran lava pijar teramati dari kamera CCTV pada pukul 18.47 dan 19.11 WIB. Aktivitas guguran terdengar di Pos Babadan pada pukul 20.21 dan 22.00 WIB. Sedangkan Pos Kaliurang mengamati guguran lava pijar dan mendengar suara guguran pada pukul 22.37 dan 23.00 WIB," sambungnya.

Sementara itu, pada periode pengamatan Rabu (6/1) mulai pukul 24.00 hingga 06.00 WIB, guguran lava pijar juga masih terjadi sebanyak 2 kali. Arahnya juga masih sama yaitu ke Kali Krasak.

"Rabu (6/1) pukul 24.00 hingga 06.00 WIB, guguran lava pijar 2 kali intensitas kecil arah kali Krasak jarak 400 meter. Suara guguran 2 kali intensitas sedang dari Babadan, Magelang," katanya.

Di saat bersamaan BPPTKG juga merekam kegempaan Merapi berupa gempa guguran sebanyak 24 kali dengan amplitudo 4-55 milimeter dan durasi 14-75 detik.

Lebih lanjut, dengan kondisi saat ini BPPTKG masih menetapkan status Gunung Merapi di tingkat Siaga (Level III). Potensi radius bahaya juga masih sama, yaitu radius 5 kilometer dari puncak Merapi. (mbr/mbr)