4 Mahasiswa Jalani Sidang Perdana Kasus Demo Berujung Ricuh di Semarang

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Selasa, 22 Des 2020 18:37 WIB
Sidang 4 mahasiswa terkait kasus demo berujung ricuh di Semarang, Selasa (22/12/2020).
Sidang 4 mahasiswa terkait kasus demo berujung ricuh di Semarang, Selasa (22/12/2020). (Foto: Istimewa)
Semarang -

Empat mahasiswa terdakwa kasus perusakan dalam unjuk rasa berujung ricuh di depan Kantor DPRD Jateng mulai diadili. Para terdakwa disebut melakukan perusakan terhadap fasilitas dan mobil yang ada di kantor tersebut.

Sidang dipimpin oleh Hakim Ketua Sutiyono. Jaksa Penuntut Umum (JPU) Luqman Edi mengikuti sidang di PN Semarang secara daring.

Para terdakwa yaitu IAH, MAM, IRF, dan NAA. Mereka merupakan mahasiswa dari Undip, Unissula dan Udinus. Keempatnya didakwa dalam dua berkas terpisah. Berkas pertama berisi dakwaan terhadap IAH dan MAM. Sedangkan dalam dakwaan kedua berisi dakwaan terhadap IRFdan NAA.

Dalam sidang dengan terdakwa IAH dan MAM, jaksa menyebut pada unjuk rasa menolak omnibuslaw pada 7 Oktober 2020 lalu sekitar pukul 15.00 WIB beberapa pendemo mulai memecahkan pot bunga dan melemparkan pecahan-pecahan pot bunga tersebut ke arah polisi. Kemudian terdakwa IAH dan MAM ikut melemparkan batu pecahan pot ke arah polisi.

"Terdakwa I (IAH) dengan menggunakan tangan kanan sekitar tiga kali lemparan mengenai lampu logo Jawa Tengah dan kaca belakang mobil dinas merek Mitsubishi L 300 warna biru tua dengan nomor polisi H 9527 RR milik DPRD Jawa Tengah yang sedang terpakir," kata Edi membacakan dakwaan, Selasa (22/12/2020).

"Terdakwa II (MAM) melakukan pelemparan sebanyak dua kali dilemparkan dengan tangan kanan mengenai lampu logo Jawa Tengah dan lampu taman yang berada di dekat logo Jawa Tengah," imbuhnya.

Kerugian dari kerusakan pada unjuk rasa tersebut antara lain dari lampu logo Jawa Tengah dan mobil yang ditaksir mencapai Rp 53,5 juta.

"Satu buah lampu logo Jawa Tengah yang mengalami pecah seharga Rp 50 juta, mobil dinas merek Mitsubishi L 300 warna biru tua dengan nomor polisi H 9527 RR yang mengalami pecah kaca pada bagian belakang dengan nilai kerusakan sebesar Rp 3,5 juta," ujar Edi.

Keempat terdakwa dijerat dengan Pasal 170 atau Pasal 406 atau Pasal 212 atau Pasal 216 KUHP. Mereka yang didampingi kuasa hukum akan mengajukan tanggapan pada sidang berikutnya.

Untuk diketahui, unjuk rasa pada 7 Oktober 2020 lalu di depan gedung DPRD Jateng berlangsung rusuh. Aksi lempar batu mewarnai unjuk rasa.

Polisi sempat mengamankan ratusan orang dan akhirnya menetapkan empat tersangka yang akhirnya disidang hari ini.

(alg/sip)