4 Mahasiswa Tersangka Ricuh di Semarang Dikeluarkan dari Tahanan

ADVERTISEMENT

4 Mahasiswa Tersangka Ricuh di Semarang Dikeluarkan dari Tahanan

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Selasa, 20 Okt 2020 14:59 WIB
Empat mahasiswa tersangka ricuh demo di Semarang, Selasa (20/10/2020).
Empat mahasiswa tersangka perusakan dalam demo ricuh di Semarang dikeluarkan dari tahanan. (Foto: Istimewa)
Kota Semarang -

Empat mahasiswa yang berstatus tersangka perusakan saat demo UU Omnibus Law Cipta Kerja di Kota Semarang akhirnya dikeluarkan dari tahanan. Mereka kini menjadi tahanan kota dan dikenai wajib lapor.

Kuasa hukum para mahasiswa, Suseno dari LBH Ratu Adil mengatakan empat mahasiswa keluar dari tahanan Mapolrestabes Semarang pada dini hari tadi.

"Resminya pukul 23.45 WIB, tapi ada proses administrasi dan penyampaian ke orang tua, ya keluarnya jam 01.00 WIB," kata Suseno saat dihubungi detikcom, Selasa (20/10/2020).

Untuk diketahui, empat mahasiswa tersebut ditetapkan menjadi tersangka pasca demo UU Omnibus Law Cipta Kerja yang berujung rusuh di depan gedung DPRD Jateng pada tanggal 7 Oktober 2020 lalu. Polisi mengungkap keempat tersangka melakukan perusakan. Suseno menjelaskan LBH Ratu Adil sudah sejak awal melakukan pendampingan terhadap para tersangka.

"Jaminannya ada sepengetahuan universitas, dari rektor dan pembantu rektor bidang mahasiswa, orang tua," jelasnya.

Empat mahasiswa dari Undip, Unissula, dan Udinus itu sudah keluar sel tapi tetap wajib lapor hari Senin dan Kamis. Mereka juga harus tinggal di Kota Semarang sampai proses persidangan berlangsung.

"Proses hukum tetap berjalan. Jadi tahanan kota, tidak bisa mudik, harus wajib lapor Senin dan Kamis. Mereka ada yang dari Salatiga, Demak, Bekasi, dan Semarang," jelasnya.

Dalam kesempatan ini Suseni menyampaikan terima kasih kepada polisi, YLBHI, PBHI, dan BKBH Unissula, serta para mahasiswa yang mendampingi proses hukum empat mahasiswa ini.

"Terima kasih karena sudah mau rekasa bareng," tegasnya.

Diwawancara terpisah, Kasat Reskrim Polrestabes Semarang AKBP Benny Setyowadi menyampaikan proses hukum empat tersangka tersebut tetap berjalan. Saat ini para tersangka peralihan menjadi tahanan kota.

"Peralihan jenis tahanan menjadi tahanan kota," kata Benny.

Diberitakan sebelumnya, keempat mahasiswa itu berinisial MA, NA, IS, dan IG. Polisi menyita sejumlah barang bukti yaitu mobil dinas DPRD Jateng yang kacanya pecah, potongan besi, pecahan lampu, dan lainnya. Mereka dijerat dengan tuduhan melakukan perusakan.

"Pasalnya pasal 170 ayat 1 KUHP dan atau Pasal 406, 212, dan 216 KUHP. Perusakan terhadap barang ya ini. Ancaman hukumannya maksimal 5 tahun," ujar Wakil Kasat Reskrim Polrestabes Semarang Kompol Didik Sulaiman kepada wartawan di ruangannya, Kota Semarang, Jumat (9/10).

Simak juga video ;'KPAI Minta Pelajar yang Demo Tetap Bisa Dapat SKCK dan Tidak Diberhentikan':

[Gambas:Video 20detik]



(sip/rih)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT