ADVERTISEMENT

Pendatang di Jateng Kedapatan Positif Corona Langsung Dikarantina!

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 22 Des 2020 17:48 WIB
Rakor Forkopimda Jateng jelang Natal dan Tahun Baru Nataru, di Gedung Gubernuran, Kota Semarang, Selasa (22/12/2020).
Rakor Forkopimda Jateng jelang Natal dan Tahun Baru Nataru, di Gedung Gubernuran, Kota Semarang, Selasa (22/12/2020). (Foto: Website Pemprov Jateng)
Semarang -

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah memberlakukan pengawasan ketat untuk antisipasi penyebaran virus Corona atau COVID-19 menghadapi libur Natal dan Tahun Baru (Nataru). Di pintu masuk wilayah Jateng dan sejumlah titik dilalukan rapid test antigen secara acak, jika pendatang kedapatan positif maka langsung dilakukan karantina.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, Yulianto Prabowo, mengatakan tes cepat antigen dilakukan di 11 titik. Yakni di enam objek wisata dan lima di titik rawan kerumunan rest area sepanjang jalan tol.

"Itu 11 titik, di antaranya objek wisata dan rest area yang telah dipilih," kata Yulianto, usai Rakor Forkopimda menjelang Natal dan Tahun Baru, di Gedung Gubernuran, Kota Semarang, yang dimuat di situs jatengprov.go.id, Selasa (22/12/2020).

Tes cepat antigen secara acak tersebut untuk pelaku perjalanan dan wisatawan yang masuk ke wilayah Jawa Tengah. Jika kedapatan positif, maka akan dilakukan tindakan karantina.

"Kalau yang bersangkutan positif tanpa gejala, nanti akan dikoordinasikan dengan Dinkes tempat mereka bermukim. Tapi kalau bergejala, maka akan dirujuk ke rumah sakit terdekat," lanjutnya.

Yulianto mengaku telah menyiapkan banyak alat rapid test antigen di masing-masing titik. Jumlahnya bervariasi tergantung lokasi yang banyak dikunjungi pendatang.

"Pada prinsipnya kami menyiapkan alat banyak. Di masing-masing titik tes dilakukan berdasar dari rasio orang (pelaku perjalanan/wisatawan) yang ada di situ," imbuh Yulianto.

Tak hanya rapid test antigen secara acak, pelaku perjalanan yang menempuh transportasi udara dan laut juga wajib membawa surat keterangan negatif virus Corona dari tempat asal.

"Sudah disepakati bersama terutama tiap pelaku perjalanan yang masuk ke wilayah Jateng dan Bali harus memastikan diri dalam kondisi sehat, dengan dibuktikan hasil tes antigen. Bagi yang lolos (tidak membawa surat keterangan) akan di tes antigen di wilayah yang dimasukinya," tegas Yulianto.

Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menegaskan pihaknya akan mengambil langkah tegas jika ada kegiatan kerumunan.

"Kalau nanti ada kerumunan ditegur tidak bisa, akan dibubarkan. Untuk wisata dan hiburan yang tidak bisa diatur akan ditutup. Itu yang harus kita tegaskan," tegas Ganjar.

Ganjar juga mengajak masyarakat untuk liburan di rumah karena dikhawatirkan alan berpotensi terhadap kenaikan angka kasus COVID-19.

"Ayo kita liburan di rumah saja. Kalau harus bepergian dipastikan dalam kondisi sehat, jangan sampai ada penularan. Dan kita siapkan titik untuk dilakukan tes rapid antigen secara random dan operasi yustisi," tandasnya.

(rih/ams)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT