Hakim Tolak Eksepsi Waket DPRD Tegal, Sidang Kasus Dangdutan Lanjut

Imam Suripto - detikNews
Kamis, 26 Nov 2020 15:58 WIB
Sidang kasus dangdutan saat pandemi yang menjerat Wakil Ketua DPRD Kota Tegal Wasmad Edi Susilo di PN Kota Tegal, Kamis (26/11/2020).
Sidang kasus dangdutan saat pandemi yang menjerat Wakil Ketua DPRD Kota Tegal Wasmad Edi Susilo. (Foto: Imam Suripto/detikcom)
Kota Tegal -

Majelis Hakim menolak eksepsi Wakil Ketua DPRD Kota Tegal Wasmad Edi Susilo. Sidang kasus dangdutan saat pandemi pun dilanjutkan dengan pemeriksaan saksi-saksi.

"Majelis Hakim menyatakan eksepsi yang diajukan terdakwa Wasmad Edi Susilo tidak dapat diterima. Kedua, menetapkan pemeriksaan perkara pidana dilanjutkan," kata Ketua Majelis Hakim Toetik Ernawati saat membacakan putusan sela, di PN Kota Tegal, Kamis (26/11/2020).

Majelis Hakim selanjutnya memerintahkan jaksa penuntut umum (JPU) maupun terdakwa untuk menyiapkan saksi-saksi agar bisa dihadirkan pada persidangan berikutnya.

"Jaksa agar menyiapkan saksi saksi untuk persidangan selanjutnya, demikian pula terdakwa juga dipersilakan untuk menyiapkan saksi-saksi jika ada yang bisa dihadirkan usai JPU selesai menghadirkannya," sambung Hakim Toetik.

Ditemui terpisah, Humas PN Kota Tegal Fatarony mengatakan eksepsi terdakwa tidak dapat diterima karena sejumlah alasan. Fatarony yang juga anggota majelis hakim kasus dangdutan saat pandemi itu menyebut kewenangan penyidikan perkara oleh Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) yang disebut dalam eksepsi terdakwa merupakan ranah praperadilan.

"Terkait keberatan terdakwa karena Kota Tegal tidak dalam PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) masuk dalam ranah pembuktian di persidangan," ujar Fatarony kepada wartawan.

Di lokasi yang sama, Wasmad mengaku siap menjalani sidang lanjutan terkait kasus dangdutan saat pandemi virus Corona (COVID-19). Dia berjanji bakal kooperatif selama persidangan.

"Sampai bertemu di sidang selanjutnya. InsyaAllah saksi-saksi sudah siap dihadirkan," kata Wasmad.

Dalam kasus ini Wasmad didakwa melanggar Undang-undang Kekarantinaan Kesehatan setelah menggelar konser dangdut di tengah pandemi saat hajatan 23 September 2020 lalu. Wakil Ketua DPRD Kota Tegal ini didakwa melanggar pasal 93 UU No 6 Tahun 2018 dan pasal 65 KUHP dengan ancaman hukuman satu tahun penjara.

Rencananya, sidang kembali dilanjutkan pada Selasa (1/12) pekan depan dengan agenda pemeriksaan saksi-saksi.

(ams/sip)