Ternyata Ini Alasan Nenek di Banyumas Berikan Tombak-Keris Pusaka ke Pemkab

Arbi Anugrah - detikNews
Rabu, 25 Nov 2020 15:48 WIB
Penyerahan benda pusaka berupa tombak hingga keris kuno ke Dinas Arsip dan Perpustakaan Daerah (Arpusda) Kabupaten Banyumas, Rabu (25/11/2020).
Penyerahan benda pusaka berupa tombak hingga keris kuno ke Dinas Arsip dan Perpustakaan Daerah (Arpusda) Kabupaten Banyumas (Foto: Arbi Anugrah/detikcom)
Banyumas -

Seorang nenek di Banyumas bernama Rasiti (69) menyerahkan sejumlah benda-benda pusaka kuno milik keluarganya ke Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyumas. Rasiti berharap benda-benda warisan keluarganya itu bisa terawat dan diteliti oleh Dinas Arsip dan Perpustakaan Daerah (Arpusda) Kabupaten Banyumas.

"Harapannya dijaga supaya dilestarikan di sini, nanti dirawat disimpan dengan baik, diteliti oleh pakar. Supaya nanti bisa ditemukan apa itu isinya," kata Rasiti usai penyerahan benda pusaka di Dinas Arpusda Banyumas di Jalan Jendral Gatot Subroto, Banyumas, Rabu (25/11/2020).

Warga Desa Karangkemiri, Kecamatan Karanglewas, Kabupaten Banyumas itu mengaku mantap menyerahkan warisan pusaka keluarganya ke Dinas Arpusda. Dia juga mengaku khawatir benda-benda itu akan punah jika tak terawat.

"Setelah saya tahu sini (Dinas Arpusda) akhirnya saya mantep sekali untuk menyerahkan barang ini, karena saya takut punah barang itu. Bilamana sudah diteliti oleh pakar-pakarnya, apakah itu nanti pelajaran agama, sejarah atau apa saya tidak tahu," jelasnya.

Rasiti bercerita benda-benda pusaka itu merupakan peninggalan kakeknya Santarwi yang dirawat oleh almarhum ayahnya Mulyawiredja Cartam. Selama ini, kata dia, benda-benda itu disimpan dalam tas berbahan anyaman bambu berlapis kulit di dalam kamar ayahnya yang meninggal 1994 silam.

"Barang itu peninggalan bapak saya, bapak saya dari kakek, kakek saya Santarwi. Jadi saya tidak tahu peninggalan itu, setelah bapak saya Meninggal tahun 1994, lalu yang meneruskan merawat ibu saya, sampai tahun 2011, tahun 2011 ibu saya meninggal dan ini baru dibuka," ujar anak pertama dari sembilan bersaudara ini.

Dia pun mengaku tak tahu asal-mula cerita benda-benda pusaka tersebut bisa disimpan oleh keluarganya. Sebab, semasa hidup ayahnya tidak membahas soal peninggalan tersebut.

Rasiti menjelaskan tentang asal usul benda-benda kuno itu....

Selanjutnya
Halaman
1 2