Buya Syafii Soroti Pendewaan Keturunan Nabi, Sosiolog: Itu Ajakan Kritis

Pradito Rida Pertana - detikNews
Senin, 23 Nov 2020 19:16 WIB
Tangkapan layar akun Twitter @SerambiBuya, Minggu (22/11/2020).
Tangkapan layar akun Twitter @SerambiBuya, Minggu (22/11/2020).
Yogyakarta -

Ahmad Syafii Maarif atau Buya Syafii Maarif menyoroti soal fenomena mendewakan sosok yang mengaku keturunan nabi. Dosen Departemen Sosiologi Universitas Gadjah Mada (UGM) Muhammad Najib Azca menilai pendapat Buya Syafii itu untuk mengajak masyarakat bersikap kritis.

"Itu ajakan untuk bersikap kritis bahwa kita tidak boleh terperdaya simbol semata-mata," kata Azca saat dihubungi detikcom, Senin (23/11/2020).

Dia menilai apa yang dilontarkan Buya adalah refleksi sejarah. Sebab, Buya Syafii Maarif merupakan sejarawan senior sekaligus Guru Besar Ilmu Sejarah.

"Saya kira dia melakukan refleksi historis lah, refleksi terhadap pengalaman sejarah kita," ucapnya.

Selain itu, dia menilai apa yang dilakukan Buya Syafii sebenarnya benar adanya. Mengingat manusia tidak boleh terlalu berlebih-lebihan dengan mendewakan keturunan tertentu.

"Saya kira ya memang sebenarnya tidak perlu ada, katakanlah kultus atau pendewa-dewaan istilahnya terhadap seseorang hanya karena faktor keturunan. Hanya karena keturunan Nabi maka pasti hebat seolah-olah, itu kesalahan dan itu tidak perlu seperti itu," katanya.

Azca mencontohkan sosok Soekarno, seorang proklamator yang memiliki banyak keturunan. Namun, dia menilai masyarakat tidak perlu mendewakan keturunannya.

"Seperti juga tidak perlu pendewaan terhadap keturunan Bung Karno. Meskipun Bung Karno orang hebat katakanlah, tapi tidak serta-merta keturunan dia hebat. Jadi itu sesungguhnya bisa diberlakukan untuk siapa saja, memang pendewa-dewaan pada dasarnya tidak benar dilakukan oleh siapapun," imbuh Najib.

Diberitakan sebelumnya, Ahmad Syafii Maarif atau Buya Syafii menyoroti soal fenomena mendewakan sosok yang mengaku keturunan nabi. Buya menyampaikan pendapatnya yang ditulis akun Twitter @SerambiBuya.

Buya Syafii yang merupakan mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah itu berpendapat, mendewa-dewakan mereka yang mengaku keturunan nabi adalah bentuk perbudakan spiritual.

"Bagi saya mendewa-dewakan mereka yang mengaku keturunan Nabi adalah bentuk perbudakan spiritual," tulis akun Twitter @SerambiBuya seperti dikutip detikcom, Senin (23/11).

Menurut Buya Syafii, fenomena mendewa-dewakan sosok yang mengaku keturunan nabi bukan hal yang baru. Soekarno dulu, kata Buya, telah mengkritik keras fenomena yang tidak sehat ini.

"Bung Karno puluhan tahun yang lalu sudah mengeritik keras fenomena yang tidak sehat ini," katanya.

(rih/ams)