Pakar UGM Soal TNI Copoti Baliho Habib Rizieq: Penegakan Hukum Tak Jalan

Pradito Rida Pertana - detikNews
Senin, 23 Nov 2020 17:49 WIB
Sejumlah prajurit TNI mencopot baliho bergambar pemimpin FPI Habib Rizieq di depan markas FPI, Petamburan, Jakpus, Jumat (20/11/2020).
Sejumlah prajurit TNI mencopot baliho bergambar Habib Rizieq di depan markas FPI. (Tim detikcom)
Yogyakarta -

Panglima Komando Daerah Militer Jayakarta (Pangdam Jaya) Mayjen TNI Dudung Abdurachman menginstruksikan anggotanya untuk mencopot baliho dan spanduk bergambar Habib Rizieq Syihab. Kepala Pusat Studi Keamanan dan Pertahanan (PSKP) Universitas Gadjah Mada (UGM) Muhammad Najib Azca menilai hal itu karena lemahnya penegakan hukum di masyarakat.

"Jadi gini, pertama mestinya langkah menertibkan spanduk atau baliho yang dilakukan Pangdam Jaya ini mestinya bukan wilayah kerjanya TNI ya. Mestinya itu memang wilayah katakanlah penegakan hukum yang menjadi domainnya Satpol PP dan atau kepolisian," kata Azca saat dihubungi detikcom, Senin (23/11/2020).

"TNI mestinya hanya bisa terlibat jika diminta untuk membantu atau mengamankan langkah yang diambil Satpol PP atau polisi jika memang proses pemasangan baliho itu tidak memenuhi aturan," lanjutnya.

Namun, kata Azca, menariknya proses penertiban itu ramai dan mendapatkan banyak dukungan dari masyarakat. Hal itu menunjukkan adanya kerisauan di tengah-tengah masyarakat.

"Saya kira ini memang merefleksikan kerisauan atau kegelisahan sebagian kalangan mengenai proses penegakan hukum yang tidak jalan di masyarakat kita," ucapnya.

Oleh karena itu dia menilai apa yang dilakukan TNI adalah kehadiran negara. Terlebih dua lembaga lainnya tidak mampu menegakkan aturan yang ada.

"Karena informasi yang kita dengar kan upaya penertiban seperti saat ini sudah dilakukan tapi digagalkan atau dipasang kembali. Kemudian tidak ditindaklanjuti sehingga terjadilah apa yang dilakukan oleh Pangdam Jaya," katanya.

"Jadi memang ini ada problem terkait proses penegakan hukum atau penertiban kita yang jalan tidak benar. Kalau itu melanggar aturan ya harusnya ditertibkan," imbuhnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2