Pakar UKSW Nilai TNI Copot Baliho Habib Rizieq karena Situasi Sudah Tak Normal

Akbar Hari Mukti - detikNews
Senin, 23 Nov 2020 16:32 WIB
TNI Turunkan Baliho Habib Rizieq di Jakarta
TNI Turunkan Baliho Habib Rizieq di Jakarta. (Foto: Rifkiano Nugroho)
Salatiga -

Pencopotan spanduk dan baliho bergambar Habib Rizieq Syihab (HRS) oleh TNI menjadi kontroversi. Pakar hukum Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga, Umbu Rauta, menilai tindakan tersebut tepat, karena pemasangan spanduk-spanduk tersebut berpotensi mengganggu solidaritas nasional dan kerukunan.

"Dalam situasi normal, tindakan pelepasan spanduk atau baliho tidak berizin menjadi domain Pemda melalui Satpol PP. Tapi perlu dilihat juga dari perspektif lain bahwa pemasangan spanduk itu, selain tanpa izin, berpotensi mengganggu solidaritas sosial, kerukunan dan integritas bangsa," kata Umbu saat dihubungi detikcom, Senin (23/11/2020).

Dosen Hukum Tata Negara Fakultas Hukum UKSW Salatiga itu menjelaskan tindakan yang dilakukan Pangdam Jaya berdasarkan tugas pokok yang diatur di UU no 34 tahun 2004.

"Undang-undang tersebut salah satu frasanya berbunyi melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia dari gangguan atau ancaman terhadap keutuhan bangsa," paparnya.

Dengan adanya potensi gangguan solidaritas nasional, Umbu mengatakan TNI merasa bertanggung jawab menjamin solidaritas dan stabilitas nasional. Selain itu, spanduk atau atribut tersebut menurut Umbu berpotensi mengganggu solidaritas antaranak bangsa.

"Ada informasi di spanduk tersebut yang berpotensi mengganggu kerukunan anak bangsa, jadi TNI merasa bertanggung jawab untuk itu," paparnya.

Seperti diketahui, Pangdam Jaya Mayjen Dudung Abdurachman pada Jumat (20/11) lalu mengatakan bahwa dirinya yang memerintahkan penurunan baliho Habib Rizieq Syihab. Dudung memastikan penurunan baliho Imam Besar FPI itu dilakukan atas dasar perintah dirinya.

"Perintah saya, perintah saya, tidak ada perintah dari mana," kata Dudung kepada wartawan di Markas Kodam Jaya Jalan Mayjen Sutoyo, Cililitan, Jakarta Timur, Senin (23/11).

Dudung membantah ada campur tangan pemerintah pusat terkait penurunan baliho Habib Rizieq ini. Sebab, menurut Dudung, wilayah Jakarta menjadi kewenangan dan tanggung jawabnya.

"Tidak ada (perintah dari pemerintah pusat) karena saya merasa bertanggung jawab saya komandan kewilayahanlah di sini, Jakarta ini saya bertanggung jawab," kata Dudung.

Simak video 'Panglima TNI Tak Pernah Perintah Turunkan Baliho Habib Rizieq':

[Gambas:Video 20detik]



(ams/sip)