Round-Up

Terpopuler di Jateng: Pembunuhan Sadis Gadis Berseragam Pramuka di Hotel

Akbar Hari Mukti - detikNews
Sabtu, 21 Nov 2020 09:08 WIB
Suasana hotel TKP penemuan mayat gadis ABG di Bandungan, Kabupaten Semarang, Senin (16/11/2020)
Kamar hotel lokasi pembunuhan gadis remaja berseragam Pramuka di Kabupaten Semarang. (Foto: Akbar Hari Mukti/detikcom)
Kabupaten Semarang -

Sesosok mayat gadis ABG ditemukan meninggal dunia di kamar hotel di Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah pada Minggu (15/11). Mayat ABG itu masih menggunakan seragam Pramuka dan diketahui check in bersama pria.

Kasat Reskrim Polres Semarang AKP Onkoseno G Sukahar menjelaskan, perempuan berusia 17 itu merupakan warga Demak. Dari luka-luka pada tubuh korban, polisi menyimpukan mayat itu merupakan korban pembunuhan.

"Korban merupakan korban pembunuhan karena ada bekas bekapan di muka," jelasnya, dihubungi detikcom, Senin (16/11).

Ia juga memastikan korban merupakan pelajar sekolah. Sebab di dekat mayatnya ditemukan buku pelajaran, tas, sepatu di kamar hotel tempat korban ditemukan.

"Ada beberapa buku paket pelajaran dan sepatu saat mayat ditemukan. Juga korban mengenakan seragam Pramuka dengan sweater warna hitam," imbuhnya.

Hingga akhirnya polisi menangkap Dicky Ramandany (19) pelaku pembunuh ABG tersebut di Kota Surabaya, Jawa Timur, Senin (16/11) malam. Dicky nekat menghabisi nyawa korban lantaran sakit hati seringkali dihina.

Kapolres Semarang AKBP Ari Wibowo menjelaskan Dicky memiliki hubungan kedekatan dengan korban meski baru dua minggu berkenalan. Namun pelaku sudah merasa sakit hati sering dihina pekerjaannya sebagai penjual cimol keliling di Demak.

Maka Dicky memiliki niatan membunuh korban dan mengambil barang-barangnya.

"Pelaku seringkali dihina karena menjadi penjual cimol keliling. Korban sering membawakan makanan dan uang ke pelaku tapi dengan cara yang tidak mengenakkan," ungkap Ari Wibowo di press release ungkap kasus pembunuhan di Mapolres Semarang, Ungaran Barat, Rabu (18/11).

"Pelaku sakit hati dan berniat untuk membunuh korban serta mengambil hartanya," jelasnya.

Pelaku mengajak korban ke Hotel Frieda, Bandungan, Kabupaten Semarang untuk bertemu, Sabtu (14/11). Dari pendalaman kepolisian, korban mengiyakan ajakan itu karena sudah beberapa kali pergi bersama pelaku.

"Korban mengaku ke orangtuanya mau bersekolah, agar bisa keluar bertemu dengan pelaku. Korban mengenakan seragam pramuka saat keluar rumah," jelasnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2