Kata Relawan Paslon Pilkada Pekalongan yang Disemprit Gegara Kerumunan

Robby Bernardi - detikNews
Jumat, 20 Nov 2020 10:41 WIB
Tangkapan layar akun Instagram dr Tirta, Kamis (19/11/2020).
Tangkapan layar media sosial yang menunjukkan kerumunan dan konvoi di Pekalonngan. (Foto: Istimewa)
Kabupaten Pekalongan -

Bawaslu Kabupaten Pekalongan mengaku telah mengambil tindakan terkait kerumunan dan konvoi kampanye dua pasangan calon peserta Pilkada 2020 salah satunya dengan surat peringatan. Dua tim relawan paslon menanggapi sempritan Bawaslu itu.

"Tapi saya sangat mendukung apa yang telah dilakukan Bawaslu. Memang harus dibubarkan apalagi disaat seperti saat ini," ujar Komando Inti Kabupaten Pekalongan, dari Paslon 1 Asip Kholbihi-Sumarwati, Erhan, saat dihubungi detikcom, Kamis (19/11/2020) malam.

Ethan mengakui bahwa ada kegiatan pembukaan posko kemenangan Asip-Sumarwati di wilayah Kecamatan Buaran pada Rabu (18/11).

"Yang saya tahu, di wilayah itu kami memang ada acara pembukaan posko. Saya sendiri hanya ditembusi relawan. Saya dampingi ibu (Sumarwati) di Talun dan Kesesi," jelas Erhan.

"Jauh-jauh sebelumnya, saya selaku komando inti yang membawahi para relawan, sudah mengimbau untuk tidak melakukan konvoi-konvoi. Apalagi dilakukan dengan mengabaikan prokes dan abaikan disiplin berlalu lintas," urainya.

Erhan mengaku tahu soal kegiatan kampanye dengan konvoi yang mengabaikan prokes maupun dengan knalpot brong, dilarang. Terlebih jika kegiatan itu mengganggu ketertiban umum.

"Dengan berita ini, akan saya tekankan lagi agar mematuhi aturan yang ada. Kalaupun ada kegiatan, harus pada prosedur prokes," tuturnya.

"Upaya kami sebetulnya terus menekankan jangan ada kerumunan. Apalagi konvoi. Beberapa kali sudah saya iimbau laskar-laskar untuk tetap mematuhi protokol kesehatan," kata Erhan.

Dia mengaku terus memberikan sosialisasi agar para pendukung tak berkonvoi melanggar protokol kesehatan.

"Tapi ya mereka selalu bertanya kapan ada kampanye pilkada. Sudah kita beri tahu, tidak ada itu. Kami juga selama kegiatan selalu berpatokan pada prokes," pungkasnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2