'Debat Tunggal' Perdana, Hendi Janji Bikin Makerspace di Semarang

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Rabu, 18 Nov 2020 22:17 WIB
Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi-Hevearita Gunaryanti Rahayu (Hendi-Ita), usai debat publik perdana, Rabu (18/11/2020).
Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi-Hevearita Gunaryanti Rahayu (Hendi-Ita), usai debat publik perdana, Rabu (18/11/2020). Foto: Angling Adhitya Purbaya/detikcom
Semarang -

Pasangan Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Semarang petahana, Hendrar Prihadi-Hevearita Gunaryanti Rahayu (Hendi-Ita), mempertajam visi misi dalam agenda debat publik Pilkada 2020. Paslon tunggal itu berjanji akan membuatkan makerspace untuk pelajar dan generasi muda.

Dalam debat atau penajaman visi misi yang digelar di Hotel Patra Semarang, Hendi-Ita menjawab pertanyaan dari pakar, panelis, dan juga warga. Ada lima panelis yang hadir yaitu Rektor Undip Semarang Yos Johan Utama, Rektor Upgris Semarang Muhdi, Rektor Unika Soegijapranata Semarang Ridwan Sanjaya, Wakil Rektor Untag Semarang Retno Mawarini Sukmariningsih, serta Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Tengah, Tafsir.

Beberapa pertanyaan banyak membahas soal pendidikan. Hendi-Ita juga ditanya terkait partisipasi milenial untuk pembangunan kota. Hendi menjawab, memang awalnya pemuda banyak yang apatis karena merasa ada sekat dengan pemerintahan. Namun kemudian ia mendekati komunitas dan kini sudah membangun sejumlah fasilitas di Kota Lama, PIP, dan Tri Lomba Juang yang mendukung kegiatan pemuda.

"Kami rasakan pada awal di pemerintahan anak muda apatis pada pemerintah karena merasa ada sekat komunikasi. Kami masuk ke komunitas dan kelompok muda. Mereka dapat konsep bergerak bersama harus disengkuyung juga oleh kelompok muda, kita fasilitasi," kata Hendi, Rabu (18/11/2020).

"Akan ada makerspace, yang kemudian keterampilan anak-anak muda difasilitasi oleh pemerintah. Misal kelompok desainer muda yang tidak punya peralatan kurang, kita buatkan. Kalau punya kemampuan digital kita siapkan. Merangkul generasi muda agar mereka cinta dengan kota ini," janjinya.

Saat sesi pertanyaan dari warga yang disiarkan lewat video, muncul pertanyaan bagaimana cara merangkul pelajar dari berbagai daerah. Sebab saat ini Kota Semarang menjadi salah satu tujuan pendidikan.

"Semarang punya 69 perguruan tinggi dan kemarin UNJ menerapkan Semarang sebagai kota mahasiswa, artinya pola sudah berjalan," kata Hendi.

"Ke depan kami rencanakan buka akses (transportasi umum) agar nyaman menuju kampus. Misal dari Undip ke Jangli, Mrican. Dari Sekaran Gunungpati (Unnes) ke Banyumanik, Bendan," jelasnya.

Usai acara debat publik, Hendi mengatakan tidak ada kendala dalam menjawab pertanyaan.

"Saya rasa semua yang ditanyakan sebagian besar sudah kita rencanakan dalam pola-pola pembangunan ke depan sehingga alhamdulillah kita mampu menjawab itu sesuai dengan perencanaan kami. Hanya tadi pertanyaan dari masyarakat yang lewat video seringkali tidak bisa terdengar dengan jelas," ujarnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2