Harus Nunduk atau Rebahan, Banyak Pemotor Sulit Lewat Terowongan Aneh Brebes

Imam Suripto - detikNews
Selasa, 17 Nov 2020 21:22 WIB
Terowongan sempit dan pendek di Brebes
Terowongan aneh di Brebes, Selasa (17/11/2020). Foto: Imam Suripto/detikcom
Brebes -

Terowongan aneh di Desa Karangmalang, Kecamatan Ketanggungan, Kabupaten Brebes, ini memiliki tinggi 1 meter. Meski sempit, terowongan ini ramai lalu-lalang pejalan kaki, sepeda, becak hingga sepeda motor. Tak sedikit warga yang kesulitan saat akan melewatinya.

Dalam kondisi banyak warga yang mengalami kesulitan inilah, seorang penolong sangat dibutuhkan. Terutama dalam membantu agar bisa melalui terowongan ini dengan selamat.

Salah seorang warga yang rela mondar-mandir keluar masuk terowongan memberikan pertolongan adalah Ruslan (57). Dia sering dimintai bantuan ketika pemilik kendaraan kesulitan melewati terowongan.

Cara menolongnya pun bermacam-macam. Bisa bantu dorong, menarik, sampai menuntun. Terkadang, Ruslan menggantikan posisi pemotor dan menjalankannya masuk sampai keluar terowongan.

"Kalau ada yang kesusahan di dalam, saya langsung bantu sampai bisa keluar lubang," kata Ruslan saat ditemui di lokasi, Senin (17/11/2020).

Pria ini terbilang cekatan dan sigap dalam menangani kesulitan warga. Termasuk bila menemui sepeda motor atau becak yang membawa barang bawaan berlebih. Bila memang tidak bisa masuk, maka Ruslan akan membantu memutar balik kendaraan agar tidak masuk terowongan.

Atas jasanya ini, kadang ada pemilik motor yang memberikan upah. Ruslan mengaku tidak meminta imbalan atas jasanya ini, namun bila ada yang memberi dia akan menerimanya.

"Saya nggak minta, tapi kalau diberi ya diterima. Jumlahnya pun tidak banyak, cuma uang receh aja," ujarnya.

Ruslan mengaku melakoni pekerjaan ini saat tidak ada pekerjaan lain. Sebagai buruh serabutan, kadang Ruslan memiliki banyak waktu luang.

Sebuah terowongan sempit di Desa Karangmalang, Kecamatan Ketanggungan, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, viral di media sosial.Sebuah terowongan sempit di Desa Karangmalang, Kecamatan Ketanggungan, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, viral di media sosial. Foto: Imam Suripto/detikcom

Diketahui, terowongan yang berada di lokasi tidak jauh dari bekas gudang penyimpanan pusaka (gedong jimat) di RT 3 RW 2, Desa Karangmalang, Ketanggungan, ini memiliki panjang 5 meter, lebar 1,5 meter dan tinggi 1 meter.

Meski memiliki ukuran sempit, banyak warga yang tiap hari menggunakannya sebagai jalur alternatif menuju kawasan kota, dan pasar. Namun sejak lima hari lalu, intensitas warga yang melewati terowongan itu makin banyak.

Untuk melalui terowongan ini, warga harus membungkukkan badan agar kepala tidak terbentur atap terowongan. Bahkan pemotor ada yang harus rebahan dan mengambil posisi kayang di jok motor ketika masuk terowongan.

Terpisah, Kapolsek Ketanggungan, AKP Suroto, mengatakan sebenarnya terowongan ini sudah lama dipakai masyarakat lingkungan sekitar Desa Karangmalang. Namun belakangan masyarakat dari desa lain, terutama di selatan Ketanggungan banyak yang melewati terowongan ini.

Alasannya, jalur utama yang menghubungkan pasar dan pusat kota kecamatan tengah dilakukan perbaikan.

"Setelah ada perbaikan di underpass Karangmalang banyak warga masyarakat dari Ketanggungan selatan yang menggunakan jalur ini," jelas Suroto, hari ini.

(rih/mbr)