Masuk Bursa Calon Ketum PPP, Gus Yasin Putra Mbah Moen Akhirnya Buka Suara

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Senin, 09 Nov 2020 15:30 WIB
Taj Yasin Maimoen di Ponpes Al- Ittihad, Puwokerto, Banyumas, 7/10/2020
Wagub Jateng Taj Yasin atau Gus Yasin (Foto: Arbi Anugrah/detikcom)
Semarang -

Nama Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen atau Gus Yasin diusulkan masuk kandidat calon Ketua Umum PPP. Gus Yasin mengaku siap jika dorongan menjadi Ketum PPP itu serius.

"Masih ada waktu satu bulan lagi. Lihat saja masyarakat atau DPC, kalau serius maka bareng-bareng membenahi dan pertahankan PPP," kata Gus Yasin saat menghadiri acara pemberian gelar Doktor Honoris Causa Habib Luthfi Yahya di Unnes, Semarang, Senin (9/11/2020).

Putra ulama karismatik KH Maimoen Zubair itu mengaku bersedia didukung menjadi caketum PPP. Gus Yasin pun mengajak para pendukungnya bersama-sama mewujudkan gagasan tersebut.

"Kita lihat keseriusannya, kalau saya sendiri kalau dikehendaki dan dipilih ya mari bersama-sama," terangnya.

Sebelumnya diberitakan, nama Gus Yasin sebelumnya juga diusulkan menjadi salah satu kandidat Ketua Umum PPP oleh kader di Jawa Tengah.

"Beberapa cabang usulkan nama Gus Yasin, wajar kan Wagub Jateng, ada Pak Arsul Sani (Sekjen PPP), kan itu orang Pekalongan. Ada lagi Pak Arwani Thomafi itu asli Lasem Rembang itu cukup punya nama karena punya hubungan baik dengan DPC, sekarang wakil ketua umum (PPP)," kata Ketua DPW PPP Jateng, Masruhan Syamsuri saat ditemui detikcom di gedung DPRD Jateng, Senin (26/10).

Tak hanya Masruhan, dari kalangan pesantren yang tergabung dalam Aspirasi Para Gus (Asparagus) juga mendorong Taj Yasin menjadi Ketum PPP. Gus Yasin dinilai punya pengalaman di pemerintahan, berusia muda, dan keturunan dari KH Maimoen Zubair.

"Kami sudah menginventarisir nama-nama dari kalangan pesantren. Dari banyak nama yang muncul terpilih nama Taj Yasin Maimoen. Taj Yasin adalah putra dari KH Maimoen Zubair dari Pondok Pesantren Al Anwar, Sarang, yang merupakan sosok tepat memimpin PPP," kata anggota Asparagus, KH Abdul Wahab Yahya dari Jombang dalam siaran pers yang diterima detikcom, Kamis (5/11).

(ams/sip)