Habib Luthfi bin Yahya Terima Gelar Doktor Honoris Causa dari Unnes

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Senin, 09 Nov 2020 14:33 WIB
Habib Luthfi bin Yahya terima gelar Doktor Honoris Causa dari Universitas Negeri Semarang (Unnes), Senin (9/11/2020).
Habib Luthfi bin Yahya terima gelar Doktor Honoris Causa dari Universitas Negeri Semarang (Unnes) (Foto: Angling/detikcom)
Semarang -

Universitas Negeri Semarang (Unnes) memberikan Doktor Kehormatan (Doktor Honoris Causa) kepada Habib Lutfi bin Yahya. Habib Luthfi dinilai berkontribusi dalam peningkatan nasionalisme kebangsaan lewat dakwahnya.

"Penganugerahan Doktor Kehormatan kepada Habib Luthfi bin Yahya merupakan bentuk memuliakan ilmu, rasa hormat, dan bangga kita semua kepada salah satu ulama, guru, dan sekaligus tokoh kharismatik yang telah banyak berkontribusi kepada bangsa dan negara, khususnya pada peningkatan rasa nasionalisme kebangsaan melalui seni dakwah yang menyejukan serta mendamaikan atas kebinekaan Indonesia," kata Rektor Unnes, Prof Fathur Rokhman di Unnes, Senin (9/11/2020).

Fathur juga memuji gaya dakwah Habib Luthfi. Selain itu, anggota dewan pertimbangan presiden (Wantimpres) itu juga dinilai berkharismatik.

"Habib Luthfi bin Yahya memiliki gaya komunikasi yang natural dan elegan. Gaya dakwah dan pola berpikir Beliau out of the box dari kebanyakan orang. Hal inilah menjadi pembeda dari para ulama dan habaib yang lain. Kharismatik beliau yang terpancar dari komunikasi dakwah dan sejarah kebangsaan mengantarkan Beliau untuk dianugerahi Doktor Kehormatan di UNNES," sambungnya.

Fathr menyebut Habib Luthfi mendapatkan gelar kehormatan dari Program Studi Ilmu Pendidikan Bahasa Pascasarjana Unnes, Bidang Komunikasi Dakwah dan Sejarah Kebangsaan. Konsep dakwah Habib Luthfi pun dinilai mampu mengemas tiga pilar pemberdayaan umat, yakni agama, kebangsaan (nasionalisme), dan pertumbuhan ekonomi dengan lebih menarik.

"Konsep yang Beliau sampaikan merupakan novelty dalam seni komunikasi berdakwah yang menggabungkan tiga pilar, perlu dijadikan suritauladan dalam melakukan komunikasi dakwah di masyarakat," ujarnya.

Promotor dan copromotor penganugerahan Doktor Honoris Causa Habib Lutfi bin yahya yaitu Rektor UNNES, Prof Dr Fathur Rokhman, MHum selaku promotor, Rektor UIN Walisongo, Prof Prof Dr KH Imam Taufiq, MAg selaku copromotor, Prof Dr Zaenuri, MSi Akt selaku anggota copromotor I, dan Prof Agus Nuryatin, MHum selaku anggota copromotor II.

"Selama lebih dari satu semester kami melakukan kajian terhadap pemikiran, kiprah, karya, dan jasa-jasa beliau dalam bidang dakwah, kebangsaan, dan pemberdayaan umat. Berdasarkan kajian tersebut, Maulana Habib Luthfi bin Yahya adalah sosok yang lebih dari layak untuk menerima gelar tersebut," tegas Fathur.

Dalam orasi ilmiahnya yang berjudul Strategi Pemberdayaan Umat dan Sejarah Kebangsaan, Habib Luthfi menunjukkan implementasi teknologi dan kebinekaan sejak dibangunannya Candi Borobudur dan Prambanan. Kemudian Habib Luthfi juga bicara soal keterbukaan informasi dan banyaknya media sosial serta penggunaan bahasa yang mempengaruhi kondisi beragama, berbangsa dan bernegara, serta meluasnya hoax dan ujaran kebencian yang menyebabkan situasi kacau.

"Maka itu pendakwah selaku salah satu public figure perlu menyampaikan hal hal yang tidak menyimpang dari khazanah beragama dan bernegara," jelas Habib Luthfi.

"Sebagai mana contoh nabi Besar Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam, dakwah yang luar biasa adalah dakwah yang tanpa hunus pedang dan senjata. Dakwah yang baik melalui kelembutan bahasa dan sikap," imbuhnya.

Presiden Joko Widodo juga turut ikut menyampaikan ucapan selamat melalui virtual. Jokowi menyebut Habib Luthfi merupakan tokoh yang memberikan contoh berdakwah yang baik dalam bingkai cinta tanah air.

"Ulama karismatik di garis depan yang mehyerukan cinta tanah air dalam sikap dan ceramah beliau," kata Jokowi dalam video yang ditayangkan.

Selanjutnya
Halaman
1 2