Tracing Keluarga Kena Corona di Solo, 6 Warga yang Diisolasi Terpapar

Bayu Ardi Isnanto - detikNews
Kamis, 15 Okt 2020 21:04 WIB
Mural bertema waspada penyebaran virus Corona hiasi jalan di Solo. Lukisan itu dibuat agar para pengguna jalan mematuhi protokol kesehatan guna cegah COVID-19
Mural bertema waspada penyebaran virus Corona hiasi jalan di Solo. (Foto: Agung Mardika/detikcom)
Solo -

Hasil swab 17 warga yang diisolasi di sebuah SD di Kelurahan Gandekan, Jebres, Solo, menunjukkan enam orang positif virus Corona atau COVID-19. Berawal dari kasus sekeluarga, kasus tersebut berkembang menjadi klaster RW.

"Dari klaster Gandekan, enam orang dari 17 warga yang dikarantina dinyatakan positif," kata Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 sekaligus Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Solo, Siti Wahyuningsih, di Balai Kota Solo, Kamis (15/10/2020).

Sebelumnya terdapat empat orang dalam satu keluarga yang lebih dahulu dinyatakan positif Corona. Setelah dilacak kembali, ada enam orang tetangga yang juga terpapar virus SARS-CoV-2 itu.

"Jadi total ada 10 orang positif. Sebelumnya empat orang, hari ini tambah enam orang," ujar Ning, sapaannya.

Sedangkan 11 orang warga karantina lainnya masih tetap harus menjalani isolasi meskipun hasil swab mereka negatif. Sebab dikhawatirkan mereka justru tertular dari enam orang itu saat menjalani isolasi.

"Mereka kan kemarin di-swab sebelum karantina. Ternyata ada enam orang positif. Jadi harus kita swab ulang untuk memastikan," ujar Ning.

Enam orang yang dinyatakan positif hari ini sudah dipindahkan ke RSUD Bung Karno, Solo. Mereka adalah tetangga dari kasus sebelumnya.

Adapun kasus COVID-19 di Solo hari ini bertambah 32 orang positif. Selain klaster Gandekan, muncul juga klaster di Kelurahan Jagalan dengan total sembilan orang positif dalam satu lingkungan.

"Di Jagalan awalnya ada satu pasien suspek, meningkat jadi terkonfirmasi COVID-19. Dari satu itu kita tracing keluarganya, empat orang positif, kita tracing lagi dari lingkungannya, ada empat lagi yang positif," katanya.

Kemudian di Kelurahan Jebres, ada tambahan empat orang positif COVID-19 hari ini. Mereka merupakan hasil pelacakan seorang pasien suspek yang naik kelas menjadi pasien positif.

Total akumulasi kasus COVID-19 di Solo hingga Kamis (15/10) mencapai 864 orang positif. Rinciannya, 60 orang dirawat inap, 136 isolasi mandiri, 637 orang sembuh dan 31 orang meninggal.

Diberitakan sebelumnya, sebanyak 17 orang warga satu kampung di Kelurahan Gandekan, Jebres, Solo, menjalani isolasi di sebuah SD di kawasan setempat. Mereka merupakan tetangga dan kerabat dari empat pasien positif virus Corona atau COVID-19.

Lurah Gandekan, Arik Ramadani, mengatakan awalnya hanya satu orang yang diketahui positif COVID-19. Dia adalah orang tua dari seorang tenaga kesehatan di kampung itu.

"Awalnya orang tuanya yang diketahui positif COVID-19. Kemudian di-tracing, nakes itu juga kena, kemudian anaknya nakes dan satu pembantu rumah tangga. Jadi ada empat yang positif," kata Arik saat dihubungi detikcom, Rabu (14/10).

Empat orang itu telah dirawat di rumah sakit. Sementara hasil pelacakan lanjutan, ada 19 orang yang harus menjalani isolasi mandiri sambil menunggu hasil swab.

"19 orang itu di-swab. Hasilnya dua orang negatif. Masih ada 17 orang yang diisolasi karena hasilnya belum keluar," ujar dia.

Sebanyak 17 orang itu terpaksa diisolasi di sekolahan karena tidak memungkinkan menjalani isolasi mandiri. Sebab mereka tinggal di perkampungan yang padat penduduk.

"Kita sepakati untuk isolasi di sekolahan saja yang tempatnya memungkinkan. Karena di kampung mereka sangat padat, bahkan kebanyakan menggunakan kamar mandi umum," katanya.

(rih/mbr)