Kasus Corona Klaster Kantor Telekomunikasi Sleman Bertambah Jadi 85

Jauh Hari Wawan S. - detikNews
Kamis, 15 Okt 2020 18:15 WIB
Poster
Ilustrasi virus Corona. Foto: Edi Wahyono
Sleman -

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman mengumumkan ada tambahan kasus positif virus Corona atau COVID-19 dalam klaster perkantoran bidang telekomunikasi. Total kasus Corona di kasus ini menjadi 85 kasus positif dari klaster tersebut.

Kepala Dinas Kesehatan Sleman Joko Hastaryo menjelaskan sebelumnya tercatat ada 62 kasus positif COVID-19. Hari ini bertambah 23 kasus positif virus Corona.

"Hari ini bertambah 23 kasus positif, 12 di antaranya merupakan warga Sleman," kata Joko melalui pesan singkat, Kamis (15/10/2020).

Dengan tambahan ini, total ada 85 kasus positif dari klaster tersebut. Rata-rata, mereka yang terkonfirmasi positif merupakan orang tanpa gejala atau asimtomatik.

"Totalnya jadi 85 kasus positif. Rata-rata kasusnya tanpa gejala," terangnya.

Sejauh ini, Pemkab Sleman telah melakukan tracing ke ratusan karyawan di kantor tersebut. Selain itu, tracing juga menyasar keluarga karyawan. Namun hasil tes swab-nya belum keluar.

"Sementara baru sampai karyawan, yang keluarga belum keluar hasilnya. Ada 692 orang yang kami tracing dengan hasil positif 85 dan yang domisili Sleman 40 orang," bebernya.

Sebelumnya, Pemkab Sleman mengumumkan kemunculan klaster baru di perkantoran swasta di Kabupaten Sleman. Total ada 62 orang karyawan yang terkonfirmasi positif Corona.

"Ada tambahan klaster baru perkantoran swasta," kata Kepala Dinas Kesehatan Sleman Joko Hastaryo saat ditemui di Grha Sarina Vidi Jalan Magelang KM 8, Sinduadi, Mlati, Sleman, Senin (12/10).

Joko menjelaskan perkantoran yang menjadi klaster penularan Corona itu berlokasi di Kapanewon Depok, Sleman. Perusahaan itu bergerak di bidang telekomunikasi.

"(Kantornya) di Kapanewon Depok di bidang telekomunikasi," ungkapnya.

(sip/ams)