Jumlah DPT Pilkada Klaten Selisih 43.456 Orang dari Pileg 2019, Kok Bisa?

Achmad Syauqi - detikNews
Kamis, 15 Okt 2020 20:10 WIB
Penetapan daftar pemilih tetap (DPT) Pilkada Klaten 2020 di KPU Kabupaten Klaten, Kamis (15/10/2020)
Penetapan daftar pemilih tetap (DPT) Pilkada Klaten 2020, Kamis (15/10/2020) (Foto: Achmad Syauqi/detikcom)
Klaten -

Jumlah daftar pemilih tetap (DPT) Pilkada Klaten 2020 selisih 43.456 jiwa dari jumlah DPT Pileg 2019. Jumlah pemilih Pileg 2019 mencapai 1.004.526 jiwa tetapi untuk Pilkada 2020 sebanyak 961.070 jiwa. Kok bisa?

"Jumlah TPS 2.550, jumlah desa 401, jumlah pemilih laki-laki 473.384 dan pemilih perempuan 487.686 jiwa. Dengan demikian jumlah pemilih Pilkada 961.070 jiwa," kata Divisi Perencanaan Data dan Informasi KPU Kabupaten Klaten, Syamsul Ma'arif, saat ditemui detikcom di sela rapat pleno penetapan DPT Pilkada 2020 di kantor KPU Klaten, Kamis (15/10/2020).

Syamsul menyebut sebelum rapat pleno ini, pihaknya sudah menggelar rapat pleno per kecamatan pada 6-9 Oktober lalu. Sehingga rapat pleno hari ini menetapkan jumlah DPT 961.070 jiwa.

"Setelah pleno di kecamatan diserahkan ke KPU dan dirapat plenokan hari ini. Selanjutnya yang belum terdaftar di DPT akan dimasukkan daftar pemilih tambahan," jelas Syamsul.

Dia menerangkan pendaftaran para pemilih tambahan bisa bisa melapor ke PPS di desa atau PPS yang akan mendatangi pemilih tambahan tersebut.

"PPS diminta mencermati. Sekarang itu tidak ada domisili, asalkan punya e-KTP bisa menggunakan hak suara," ujar Syamsul.

Syamsul mengakui jika dibandingkan jumlah DPT di Pileg 2019 lalu memang ada pengurangan cukup banyak. Jika dihitung selisih DPT Pileg 2019 ke DPT Pilkada Klaten berkurang 43.456 jiwa.

"Kalau dari selisih DPT Pileg ya mengalami penurunan sebesar 43.456 jiwa. Dari analisis kami itu terjadi karena ada data surat pemberitahuan (C6) di Pileg dihitung dan kembali ke KPU," terang Syamsul.

"Jadi prosesnya DPT Pileg itu 1.004.526 jiwa, kemudian disinkronkan DP4 dari Dinas Dukcapil jadi 1.023.435 jiwa, kemudian kita coklit dan ditetapkan jadi DPS 963.179 jiwa. Kemudian kita uji publik dengan menerima masukan masyarakat termasuk Bawaslu hasilnya DPT yang kita tetapkan ini (961.070)," paparnya.

Divisi Sosialisasi Pendidikan Pemilih dan Partisipasi Masyarakat KPU Klaten, Wandyo Supriyanto, menambahkan selisih data itu terjadi karena akurasi validasi jumlah pemilih.

"Orang yang meninggal atau tidak ketemu dan keluarga menyatakan bertahun-tahun pergi tidak pulang, Pilkada saat ini dicoret. Pileg yang lalu tidak jadi DPT-nya besar," jelas Wandyo.

Sementara itu, Ketua Bawaslu Klaten Arif Fatkurohman mengaku sudah menanyakan soal selisih data pemilih itu ke KPU. Pihaknya juga menerima alasan KPU soal beda data itu.

"Jadi yang belum ngurus pindah masih masuk di Pileg lalu tapi Pilkada ini tidak masuk lagi. Kami juga sudah koordinasi dengan Dukcapil riilnya memang seperti itu (961.070)," kata Arif kepada wartawan.

(ams/rih)