Robby Sumampow Akan Dimakamkan Secara Katolik di Karanganyar Lusa

Bayu Ardi Isnanto - detikNews
Selasa, 13 Okt 2020 16:17 WIB
Karangan bunga di rumah duka Robby Sumampow, Solo, Selasa (13/10/2020).
Jenazah Robby Sumampow disemayamkan di Solo, Selasa (13/10/2020). Foto: Bayu Ardi Isnanto/detikcom
Solo -

Pengusaha asal Solo Robby Sumampow sempat menjadi mualaf semasa hidupnya. Namun dalam prosesi pemakamannya dijalankan dengan tata cara Katolik di rumah duka Thiong Ting, Jebres, Solo.

Jenazah Robby tiba di Thiong Ting pada Senin (12/10) pukul 22.00 WIB. Almarhum disemayamkan di ruang E hingga Kamis lusa.

Tampak penataan tempat menyemayamkan jenazah Robby dipenuhi warna putih, dilengkapi tanda salib dan foto almarhum, Selasa (13/10).

Pengurus Perkumpulan Masyarakat Surakarta (PMS) Sumartono Hadinoto mengatakan proses pemakaman Robby Sumampow akan dilaksanakan dengan tata cara Katolik. Rencananya, jenazah dimakamkan Kamis (15/10).

"Sesuai budaya Tionghoa, biasanya di sini ambil 3-5 hari. Secara religi bisa kita lihat dilaksanakan secara Katolik. Rencana Kamis dimakamkan di Delingan, Karanganyar," kata Sumartono di Thiong Ting kepada wartawan, Selasa (13/10/2020).

Namun keluarga masih belum menentukan jam pemakaman. Titik lokasi makam pun masih akan ditinjau keluarga.

"Jamnya masih didiskusikan. Lokasinya biasanya nanti keluarga ke sana memilih sendiri," kata dia.

Sebelumnya, pengacara Robby, Heru S Notonegoro, mengatakan pernah mengantarkan Robby mengunjungi ulama asal Solo, Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf. Dalam acara kajian pada satu malam di bulan Ramadan tahun 2013 itu, Robby Sumampow mengucapkan dua kalimat syahadat dituntun oleh Habib Syech.

"Betul, dulu 2013 beliau masuk Islam. Dituntun oleh Habib Syech di rumahnya," kata pengacara Robby, Heru S Notonegoro, saat dihubungi detikcom, Senin (12/10).

Setelah beredarnya kabar Robby mualaf, digelar sebuah acara selawat akbar di Benteng Vastenburg yang sebagian besar tanahnya dimiliki oleh Robby. Puluhan orang memutihkan Benteng Vastenburg pada malam itu.

"Pak Robby saat itu juga menggelar selawat akbar. Tokoh-tokoh masyarakat banyak yang hadir di situ," ujar dia.

Heru enggan berkomentar mengenai tata cara pemakaman yang dilaksanakan dengan cara Katolik. Dia menyerahkan hal tersebut kepada keluarga.

"Bukan kapasitas saya sebagai lawyer untuk turut campur pada masalah proses pemakaman, karena itu mutlak domain keluarga besarnya" ujar Heru, Selasa (13/10).

(sip/rih)