Lemparan Diduga Molotov ke Resto Legian Malioboro Terekam CCTV!

Aditya Mardiastuti - detikNews
Jumat, 09 Okt 2020 13:11 WIB
Rekaman CCTV pelemparan molotov ke Restoran Legian Garden Malioboro, Kamis (8/10/2020).
Tangkapan layar rekaman CCTV pelemparan molotov ke Restoran Legian Garden Malioboro (Foto: dok. Istimewa)
Yogyakarta -

Kebakaran di Restoran Legian, Jalan Malioboro, Yogyakarta diduga dipicu oleh molotov yang dilempar seseorang di tengah demo tolak Omnibus Law UU Cipta Kerja ricuh, kemarin. Anak pemilik restoran menyebut aksi pelemparan diduga molotov itu terekam CCTV.

"Tapi ada rekaman ada yang membakar pakai molotov," kata Demas Prabowo Wicaksana Nugroho (18) lewat pesan singkat kepada detikcom, Jumat (9/10/2020).

Demas juga menyertakan rekaman CCTV terkait pelemparan molotov itu. Rekaman video berdurasi 25 detik itu menunjukkan sekitar area Restoran Legian sudah penuh kepulan asap. Rekaman CCTV itu menunjukkan waktu pukul 15.17 WIB.

Tampak di sisi sebelah selatan Restoran Legian atau di Jalan Perwakilan, ada bara api di dua titik. Terlihat ada sejumlah orang di sekitar area restoran tersebut sedang berdiri dan lalu lalang.

Kemudian tampak seseorang memakai jaket hitam dan celana warna putih berlari melempari sesuatu ke bagian atas restoran, dan api mulai menyala dari bagian lantai dua. Sosok yang berjaket hitam itu lalu berlari menjauh.

Demas mengaku tak ingat persis waktu kebakaran itu terjadi. Namun, kala itu dia sedang bersama seorang karyawannya memang sengaja berjaga di restoran Legian yang tutup.

"Iya (api dari lantai dua), aku naik posisi api nyala. Jadi aku ikut madamin dari dalam. Yang kena awalnya bagian joglo," ceritanya.

"Waktu itu yang naik kira-kira ada 4-5 orang, yang aktif aku, karyawanku, sama satu orang nggak kenal kayaknya yang ikut demo," jelas Demas.

Akibat kebakaran itu bagian joglo restoran terbakar habis. Demas mengaku belum menghitung estimasi kerugian yang dialaminya.

"Kalau yang posisi joglo ludes semua. Estimasi kerugian belum kehitung, iya (habis renovasi)," jelasnya.

Sebelumnya, Kapolresta Yogyakarta Kombes Purwadi Wahyu Anggoro mengaku masih akan menyelidiki kasus demo ricuh di Malioboro. Salah satunya, soal dugaan pelemparan molotov ke Restoran Legian Garden.

"Saya tidak tahu. Kalau dilihat seperti itu ya monggo. Yang jelas, nanti kalau dari beberapa yang kita amankan bisa kita identifikasi, pasti nanti akan kita lacak ke atas. Termasuk keterlibatannya dan mereka dari mana. Sementara masih diamankan tapi belum didalami lebih lanjut. Istilahnya biar istirahat dulu," kata Purwadi saat ditemui wartawan di depan DPRD DIY, Jalan Malioboro, Yogyakarta, Kamis (8/10).

Sebelumnya diberitakan, demo tolak UU Omnibus Law Cipta Kerja di depan gedung DPRD DIY berlangsung ricuh, Kamis (8/10). Sebanyak 45 orang diamankan polisi. Fasilitas di kantor DPRD DIY, sejumlah kendaraan, dan halte bus Trans Jogja rusak.

Tonton video 'Warga Gotong Royong Bersihkan Malioboro Pasca-Ricuh Demo Omnibus Law':

[Gambas:Video 20detik]



(ams/sip)