Demo Rusuh di Yogya

Anak Pemilik Resto Legian Malioboro yang Terbakar: Dilempar Molotov

Pradito Rida Pertana - detikNews
Jumat, 09 Okt 2020 10:53 WIB
Restoran Legian di Malioboro yang terbakar, Yogyakarta,  Jumat (9/10/2020).
Restoran Legian di Malioboro yang terbakar saat ricuh kemarin, Kamis (9/10/2020). Foto: Pradito Rida Pertana/detikcom
Yogyakarta -

Buntut kericuhan di depan kantor DPRD DIY berbuntut pada terbakarnya Restoran Legian, Jalan Malioboro, Yogyakarta. Keluarga pemilik restoran menduga penyebab kebakaran karena molotov yang dilempar saat kericuhan pecah.

Anak pemilik restoran Legian, Dimas Prabowo Wicaksana (18) mengatakan, bahwa sebetulnya dia dan salah seorang karyawan hendak membuka restoran saat kejadian. Namun karena arus lalu lintas di Malioboro lumpuh membuatnya mengurungkan niat tersebut.

"Awalnya mau buka tapi tidak bisa, karena ditutup jalannya," katanya saat dihubungi wartawan, Jumat (9/10/2020).

Sesaat kemudian, tepatnya sekitar jam 14.00 siang ada massa yang melempari restorannya. Oleh karena itu dia berusaha melindungi tempat usaha itu.

"Jadi kan massanya lagi demo ke DPRD dan sempat melempar batu ke Legian. Terus sempat pada minggir-minggir orangnya, nah itu salah satu kayaknya ada yang melempar molotov ke atas (lantai 2 Restoran Legian)," ujarnya.

"Seingat saya jam 14.00-an ada lempar batu dan mungkin satu setengah jam setelah lempar batu (baru kebakaran)," lanjut Dimas.

Dimas mengaku dapat menyimpulkan penyebab kebakaran karena molotov usai melihat rekaman CCTV. Di mana pada rekaman itu memperlihatkan seorang pria melempar molotov ke lantai dua Restoran Legian.

"Tapi ada rekamannya," katanya.

Kebakaran itu lantas memancing perhatian massa. Bahkan, Dimas menyebut saat itu dia sempat dibantu beberapa peserta aksi untuk memadamkan api.

"Habis itu pada lapor kebakaran, saat itu posisi saya di pintu masuk Legian. Itu posisi Legian kekunci, terus pada bantu memadamkan, orang-orang yang demo kayaknya. Terus Habis itu pas naik, kan didobrak pintunya tapi api sudah menjalar ke seluruh joglo," ucapnya.

Dimas menyebut tak lama kemudian petugas pemadam kebakaran datang dan untuk proses pemadamannya memakan waktu sekitar satu jam. Dimas menyebut tidak ada korban jiwa terkait kejadian itu. Namun bangunan lantai 2 Restoran Legian habis dilalap si jago merah.

"Korban jiwa tidak ada, tapi joglo full, meja kursi, ya 30 persen damage-nya (dampak kerusakan) ke restoran," ucapnya.

Merasa dirugikan, pihaknya berniat untuk melaporkan kejadian itu ke Polda DIY. Pasalnya, bangunan itu baru saja diperbaiki bulan lalu dan memakan biaya yang tidak sedikit.

"Padahal joglo baru saja dibenerin sebulan yang lalu. Kalau harapannya ada bantuan dari pemerintah dan kalau ada aksi lagi jangan anarkis. Meski yang melakukan (lempar molotov) hanya 1 orang, karena itu mungkin bukan salahnya semuanya (peserta aksi unjuk rasa)," katanya.

(sip/mbr)